Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mitigasi Hoax Di Era Disrupsi Melalui Literasi Digital Hate Speech Pada Pengguna Layanan Internet Saputra, Erlangga Nico; Yuliana, Marghareta Evi
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2023): Desember: Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v2i1.123

Abstract

Eksplorasi ini menggali penyebaran berita palsu (hoax) pada era disrupsi teknologi, dengan fokus pada langkah-langkah mitigasi melalui literasi digital dan solusi berbasis machine learning. Dari analisis data sekunder, terungkap dominasi peran platform media sosial, terutama Facebook dan WhatsApp, dalam penyebaran hoax di Indonesia. Karakteristik umum berita palsu, seperti manipulasi gambar dan kalimat provokatif, memberikan pemahaman yang mendalam tentang dinamika penyebaran informasi palsu. Survei masyarakat menunjukkan tingkat ketidakpastian dan kurangnya kepercayaan dalam mendeteksi berita palsu, memperkuat urgensi literasi digital. Dari sisi teknologi, berhasil dikembangkan model klasifikasi berbasis machine learning (MLP dan SVM), yang terbukti berhasil dalam mendeteksi potensi berita palsu secara real-time. Keberhasilan model ini memberikan solusi konkret dan diharapkan menjadi landasan untuk pengembangan teknologi lebih lanjut dalam menanggulangi penyebaran hoax. Program edukasi literasi digital di lembaga pendidikan memberikan dampak positif dengan meningkatkan pemahaman masyarakat, sementara evaluasi program menunjukkan keberhasilan dalam membentuk sikap kritis terhadap informasi. Kesimpulan eksplorasi menyoroti urgensi literasi digital sebagai fondasi utama dan mendukung kolaborasi antarstakeholder, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Eksplorasi ini memberikan landasan konseptual yang kokoh dan temuan empiris yang berharga, menjadi panduan untuk strategi pencegahan yang efektif dan berkelanjutan dalam menghadapi penyebaran berita palsu di era digital. Kesimpulan ini membuka peluang bagi pengembangan kebijakan dan tindakan lebih lanjut untuk mendukung upaya mitigasi hoax di masyarakat.