Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRUKTUR DAN ETIKA DALAM LAPORAN PENELITIAN ILMIAH Muhammad Al Faiz Hikmatyar Nasution; Meyniar Albina
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2391

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan secara menyeluruh konsep, struktur, metode, dan etika dalam penulisan laporan penelitian ilmiah, dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode library research atau penelitian kepustakaan. Metode ini digunakan karena dianggap relevan dalam konteks studi konseptual dan teoritis, di mana sumber data utama berasal dari dokumen tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, serta karya akademik lain yang relevan. Fokus utama dalam penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana laporan penelitian ilmiah harus disusun secara sistematis, logis, dan beretika, agar tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menelaah unsur-unsur penting dalam penulisan laporan ilmiah, mulai dari perumusan latar belakang masalah, tujuan, metode, hasil penelitian, pembahasan, hingga simpulan dan saran. Di samping aspek teknis, studi ini juga menekankan pentingnya penerapan etika penulisan ilmiah dalam setiap tahapan proses penulisan. Hal ini menjadi penting mengingat maraknya pelanggaran akademik seperti plagiarisme, fabrikasi, dan manipulasi data yang dapat merusak integritas keilmuan. Melalui analisis terhadap berbagai literatur, diperoleh pemahaman bahwa laporan penelitian yang ideal adalah laporan yang tidak hanya memenuhi struktur formal, tetapi juga dilandasi oleh prinsip kejujuran, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap hak kekayaan intelektual. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pendidikan etika penulisan ilmiah sejak dini, baik di jenjang sekolah maupun perguruan tinggi, sebagai upaya preventif terhadap degradasi nilai-nilai akademik. Diharapkan, hasil kajian ini dapat menjadi acuan atau pedoman bagi mahasiswa, pendidik, serta peneliti pemula dalam menyusun karya ilmiah yang tidak hanya valid dan kredibel, tetapi juga menjunjung tinggi integritas akademik. Dengan pemahaman yang baik terhadap metode, struktur, dan etika penulisan, laporan ilmiah akan menjadi instrumen yang kuat dalam memajukan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
PENERAPAN MANAJEMEN PARTISIPATIF DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI SEKOLAH DASAR Nurwahdini Hutasuhut; Abdul Fattah Nasution; Zhahirul; Irgia Audina; Muhammad Al Faiz Hikmatyar Nasution
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/e7mtrz56

Abstract

Peningkatan kualitas tata kelola sekolah dasar menuntut adanya keterlibatan yang lebih luas dari seluruh warga sekolah dalam proses pengambilan keputusan. Dominasi kepemimpinan yang bersifat hierarkis sering kali membuat keputusan kurang responsif terhadap kebutuhan nyata guru, siswa, dan orang tua. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen partisipatif dalam pengambilan keputusan di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur yang relevan, termasuk buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen partisipatif berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas keputusan, memperkuat rasa memiliki warga sekolah, serta menciptakan iklim kolaboratif yang berdampak positif terhadap motivasi guru dan efektivitas program sekolah. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan berupa resistensi budaya, keterbatasan waktu, ketidakseimbangan partisipasi, dan kurangnya kapasitas manajerial. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen partisipatif merupakan pendekatan strategis yang perlu diperkuat melalui pelatihan, komunikasi yang terbuka, serta pengelolaan partisipasi yang terstruktur agar mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan dasar secara berkelanjutan.