Penelitian ini mengkaji hubungan intertekstual antara dua naskah drama Indonesia, Larungan karya Putri Bunga Wati dan Semar Mencari Raga karya Sri Kuncoro. Mengungkap keterkaitan unsur-unsur intrinsik dari kedua karya melalui pendekatan intertekstual menurut perspektif Julia Kristeva. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur intrinsik yang menunjukkan hubungan intertekstual antara kedua naskah, seperti tema, penokohan, alur, setting, sudut pandang, dan pesan moral. Metode yang digunakan pada penelitian adalah baca-catat, dengan menganalisis kutipan-kutipan dari kedua naskah sebagai data utama. Hasil kajian menunjukkan adanya keterkaitan yang cukup signifikan dalam tema kebudayaan di daerah pada waktu tertentu, kemiripan penyajian karakter tokoh warga yang mendapatkan dampaknya karena ritual kebudayaan tersebut, setting yang menghadirkan kecemasan dan kekhawatiran pada beberapa tokoh dalam naskah tersebut, alur cerita yang digunakan pada naskah Larungan karya Putri Bunga Wati dan Semar Mencari Raga karya Sri Kuncoro sama-sama menggunakan alur maju. Sehingga pada kedua naskah drama tersebut memiliki kesamaan pada alur ceritanya, penggunaan sudut pandang orang ketiga objektif, memuat pesan moral bahwa mejaga tradisi kebudayaan itu baik, namun jangan sampai tradisi tersebut berdampak sesat. Melalui analisis ini, ditemukan bahwa naskah drama Larungan merefleksikan dan memodifikasi struktur makna yang terdapat dalam Semar Mencari Raga menunjukkan bahwa karya sastra tidak lahir dalam ruang kosong, melainkan terhubung dan berinteraksi dengan teks-teks lain sebelumnya.