Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA KELAS X7 SMA NEGERI 4 MADIUN MELALUI STRATEGI PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) Andy Setiyawan; Agung Nasrulloh; Winarni Budi Hastuti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 7 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juli
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i7.2576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya materi teks puisi, melalui penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) di kelas X7 SMAN 4 Madiun. Pendekatan CRT dipilih untuk menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap nilai-nilai budaya lokal yang saat ini mulai terpinggirkan, terutama di kalangan Generasi Alpha. Di tengah arus digitalisasi yang kian kuat—di mana anak-anak lebih akrab dengan konten-konten seperti TikTok dan YouTube yang cenderung menampilkan budaya luar—pendekatan ini diharapkan mampu membawa kembali perhatian mereka pada kekayaan budaya Indonesia yang mulai dilupakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 19 siswa kelas X7 dengan dukungan dari guru pendamping di kelas. Instrumen utama yang digunakan adalah tes untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada tahap awal (pra-siklus), persentase ketuntasan belajar hanya mencapai 33,48%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, hasil meningkat menjadi 71,41%, dan pada siklus II mengalami lonjakan menjadi 88,65%. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi teks puisi. Pendekatan ini juga terbukti mampu menumbuhkan kembali apresiasi peserta didik terhadap budaya lokal, sekaligus membantu mereka mencapai potensi belajar secara maksimal sesuai dengan karakteristik masing-masing.