Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRADISI HARI DUKA ASYURA SEBAGAI IDENTITAS BERAGAMA KOMUNITAS SYIAH DI KOTA DENPASAR Ali Murtadha Alaydrus
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 8 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Agustus
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/c9daj175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunitas Muslim Syiah di Kota Denpasar mengartikulasikan identitas keagamaannya melalui perayaan Hari Duka Asyura, serta bagaimana respon masyarakat sekitar terhadap praktik tersebut. Sebagai kelompok minoritas ganda, baik dalam konteks internal umat Islam maupun dalam struktur sosial mayoritas Hindu di Bali, komunitas Syiah menghadapi tantangan dalam meneguhkan eksistensinya. Melalui perayaan Asyura, mereka tidak hanya menjalankan tradisi keagamaan, tetapi juga membangun ruang ekspresi nilai spiritual, sejarah perjuangan, dan solidaritas sosial yang memperkuat identitas kolektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Teori strukturasi Anthony Giddens digunakan untuk menganalisis interaksi antara tindakan komunitas dengan struktur sosial di sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hari Duka Asyura menjadi medium penting untuk memperkuat solidaritas internal, menciptakan legitimasi sosial, dan memperluas ruang dialog antar agama. Dengan demikian, perayaan Asyura tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi juga sebagai strategi kultural yang relevan dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat Bali yang plural.