Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN KUALITAS TIDUR DAN TEKANAN DARAH MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Lontoh, Susy Olivia; Gunawan, Marco
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19424

Abstract

Deprivasi tidur sebagai faktor risiko peningkatan tekanan darah  dan perkembangan hipertensi. Mahasiswa kedokteran termasuk kelompok yang rentan terhadap kurang tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola tidur serta hubungan pola tidur dengan tekanan darah. Desain penelitian adalah analitik cross sectional.  Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-random sampling. Jumlah responden penelitian adalah 72 mahasiswa. Kriteria inklusi penelitian adalah mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2013 dan angkatan 2014. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara pada bulan Juni sampai Juli 2016 bertempat di kampus I Universitas Tarumanagara Jakarta yang mencakup wawancara menggunakan kuesioner dan pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik. Hasil penelitian rentang usia responden penelitian  antara 19-28 tahun, distribusi jenis kelamin, laki-laki sebanyak 34 orang (42,5%) dan perempuan sebanyak 46 orang (57,5). Hasil tekanan darah di dapatkan yang mengalami hipotensi sebanyak 16 orang (20%), normal sebanyak 60 orang (75%) dan prehipertensi sebanyak 4 orang (5%). Distribusi kualitas tidur yang baik didapatkan sebanyak 7 orang (8,8%) dan kualitas tidur yang buruk didapatkan 73 orang (91,3%). Berdasarkan hasil analisis uji statistik, diperoleh p=0,731 atau p >0,05 yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah. Kesimpulan penelitian sebagian besar kualitas tidur mahasiswa kedokteran Angkatan 2013 dan 2014 buruk dan tidak terdapat adanya hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada mahasiswa universitas tarumanagara angkatan 2013 dan angkatan 2014.
PSYCHIATRIC MANIFESTATION AS PART OF PSEUDOBULBAR AFFECT IN POST-STROKE PATIENTS – CASE REPORT Gunawan, Marco; Kurniawan, Fenny
Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research Vol. 7 No. 1 (2026): Multidimensional Perspectives on Mental Health Across the Lifespan and Social C
Publisher : Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jppbr.2026.007.01.7

Abstract

Introduction: Pseudobulbar affect (PBA) is a neurological disorder characterized by involuntary episodes of laughing or crying that are incongruent with emotional state. This condition is frequently underrecognized after stroke and may significantly impair quality of life, particularly in settings where first-line pharmacological therapy is unavailable. Methods: We report a case of a 53-year-old woman with a history of ischemic stroke who developed recurrent episodes of uncontrollable laughter and crying for five years. Clinical assessment included CNS-LS, PLACS, and MADRS scores, with follow-up conducted after pharmacological management. Results: During follow-up, a gradual reduction in the frequency and intensity of emotional outbursts was observed after treatment with sertraline. Improvement in depressive symptoms occurred alongside the reduction of pseudobulbar affect episodes. This therapeutic response represents an individual clinical observation rather than evidence of treatment efficacy. Discuss: This case highlights the clinical relevance of recognizing pseudobulbar affect in post-stroke patients and suggests that SSRIs may be considered as an alternative option in resource-limited settings. Conclusion: Careful clinical evaluation of emotional dysregulation after stroke is essential. Observational improvement in this case underscores the importance of accurate diagnosis and highlights the need for further studies to establish effective management strategies for pseudobulbar affect. Keywords: pseudobulbar affect, stroke, antidepressant.