Adven merupakan masa yang penuh kidmat dan sukacita bagi umat Kristiani. Masa ini menjadi masa persiapan untuk menyambut kedatangan Tuhan untuk yang pertama kalinya pada hari raya natal yakni hari kelahiran Yesus Sang Juru Selamat. Masa ini juga merupakan sebuah masa persiapan menyambut kedatangan Tuhan untuk yang kedua kalinya pada penghakiman akhir zaman. Senada dengan itu, melalui kotbahnya pada minggu adven 1 sampai minggu adven IV, Alfonsus de Liguori merefleksikan bahwa masa adven memiliki pengalaman spiritual yang mendalam. Bagi Alfonsus, masa adven menjadi masa yang tidak sekadar sebagai masa persiapan hari raya natal, melainkan juga menjadi masa persiapan untuk menyambut kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya pada penghakiman akhir zaman. Secara keseluruhan, permenungan penghakiman akhir menjadi fokus utama Alfonsus dalam ke empat kotbahnya tentang adven. Permenungan tentang penghakiman akhir tersebut diperkaya dan dipertegas oleh Alfonsus dengan beberapa gagasan tambahan seperti permenungan tentang kesengsaraan, permenungan tentang keselamatan, dan permenungan tentang cinta. Alfonsus menyebut penghakiman akhir itu sebagai hari Tuhan. Pada hari itu, Tuhan akan datang dan menjadi hakim yang kekal, agung, dan penuh kuasa bagi orang berdosa dan tidak berdosa. Oleh karena itu, bagi Alfonsus, umat beriman perlu untuk mempersiapkan penghakiman akhir itu agar memperoleh keselamatan pada saat Tuhan datang sebagai hakim. Keselamatan itu adalah pengharapan akhir seluruh umat beriman kristiani. Pengharapan itu menjadi kekuatan bagi manusia dalam penderitaan dan mampu menghayatinya dalam relasi cinta dengan Allah dan sesama