Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spiritualitas dalam Perspektif Pembangunan (Studi Kasus: Beberapa Daerah di Indonesia) Supartono, Annisa Rachman; Dwirizki, Annisa; Irsyam, Nabila Mauraputri Wijayasari; Suseno, Bella Rizkylillah; Gatra, Phalita; Fonseca, Bimbi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i5.15233

Abstract

Berdasarkan gagasan dari berbagai penulis dalam penelitian sebelumnya, spiritualitas seringkali dipandang sebagai bagian dari budaya yang melekat dengan sistem kepercayaan pada entitas kelompok masyarakat lokal di suatu wilayah, dimana para penulis beranggapan bahwa spiritualitas mampu mempengaruhi pengambilan keputusan tentang penggunaan sumber daya lokal dalam pembangunan. Berbagai pandangan terkait spiritualitas dalam pembangunan ini menarik untuk dikaji, terlebih mengenai relasi antara konsep-konsep spiritualitas dengan praktik pembangunan yang ada saat ini; apakah keduanya berjalan selaras atau saling bertentangan. Maka dari itu penulis merasa perlu melakukan kajian dengan tujuan sebagai berikut, yakni mengetahui kaitan spiritualitas dengan pembangunan serta penerapan spiritualitas dalam pembangunan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelusuran pustaka dari berbagai buku dan jurnal terkait. Adapun studi kasus dalam penelitian ini meliputi nilai-nilai Tri Hita Karana pada masyarakat Bali; tradisi Baumo pada masyarakat Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Jambi; tradisi Merti Desa pada masyarakat Kecamatan Mangunrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah; dan nilai-nilai mitologi Nyi Roro Kidul di Pantai Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara spiritualitas dan etika dalam pembangunan: pengetahuan dan pemahaman terhadap budaya lokal khususnya dalam hal spiritualitas sangat penting dan berguna bagi pengambil kebijakan pembangunan untuk menjadikan kebijakan di tingkat lokal menjadi lebih efektif dan efektif. berkelanjutan dimana memahami spiritualitas sebagai salah satu etika dalam pelaksanaan pembangunan.
RELEVANSI KEMANDIRIAN FISKAL: SEBUAH TINJAUAN Putra, Septian Asriadi; Riyanto, Verri; Supartono, Annisa Rachman; Immanuel, Josephine; Hagi, Ikram Azhar; Nurfauzi, Mochamad Andi
JURNAL TERAPAN PEMERINTAHAN MINANGKABAU Vol 4 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtpm.v4i1.4131

Abstract

Since the enactment of Decentralization in Indonesia, there have been policy changes, one of which is finance. The central government makes financial transfers to local governments to carry out policies according to authority. However, this scheme leaves the problem of economic dependence on local governments. So an indicator is given, namely the Regional Fiscal Authority Index. Previous literature found that many local governments are still at a low level of independence. Furthermore, there is still debate about whether this independence can affect development achievements. For this reason, a study was conducted using spatial analysis and panel data regression to identify the effect of fiscal independence on development outcomes. It was found that most regions still have low fiscal independence and low human development outcomes in regencies and cities in West Java Province. Interestingly, a different pattern was found between regions located at the border and industrial centers with other regions. This study concludes that the location of city districts can also affect fiscal independence and does not always go hand in hand with development achievements. Furthermore, independence needs to be followed by proper financial management.