Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Antibiotik dalam Penanganan Amoebiasis pada Anak – Laporan Kasus Hafidza, Azzahra; Hidajati, Zuhriah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i8.16349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami patofisiologi amoebiasis, serta mengevaluasi efektivitas pengobatan amoebiasis pada anak dengan menggunakan metronidazol. Metode penelitian ini melibatkan analisis hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium, serta pengobatan dengan antibiotik dan tablet seng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian metronidazol sebagai terapi amoebiasis pada anak berusia 13 bulan yang mengalami diare cair berwarna putih disertai lendir tanpa darah, efektif dalam membunuh parasit Entamoeba histolytica. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa metronidazol merupakan pengobatan yang efisien dan biaya rendah untuk amoebiasis pada anak. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya penggunaan metronidazol sebagai terapi standar untuk mengatasi amoebiasis pada anak, serta perluasan penelitian lebih lanjut untuk memahami lebih dalam patofisiologi dan pengobatan amoebiasis.
KOEKSISTENSI SINDROM NEFRITIK DAN NEFROTIK PADA ANAK USIA 3 TAHUN : LAPORAN KASUS Tjandra, Kenny; Hidajati, Zuhriah; Setiawan, Fanuel
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.52213

Abstract

Secara global, infeksi streptokokus dan penyakit ginjal pascainfeksi masih menjadi penyebab penting morbiditas pada populasi anak, terutama di negara berkembang. Glomerulonefritis akut pascainfeksi (GNAPS) umumnya bermanifestasi sebagai sindrom nefritik klasik dengan hematuria, edema, dan hipertensi. Namun, pada sebagian kecil kasus, dapat ditemukan gambaran tumpang tindih antara sindrom nefritik dan nefrotik sehingga menimbulkan tantangan diagnostik maupun terapeutik. Koeksistensi kedua sindrom ini pada anak merupakan kondisi yang relatif jarang dan sering kali mengindikasikan proses inflamasi glomerulus yang lebih berat. Dalam laporan ini dipresentasikan seorang anak perempuan berusia 3 tahun dengan keluhan BAK merah sejak 3 hari, demam, edema wajah, serta muntah berulang. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hematuria masif, proteinuria signifikan, peningkatan leukosit, serta penurunan C3. USG ginjal memperlihatkan peningkatan ekogenisitas korteks yang mengarah pada proses kronis. Pasien didiagnosis dengan kombinasi GNAPS, sindrom nefritik, dan nefrotik, kemudian ditatalaksana dengan terapi suportif, kontrol tekanan darah, diuretik, antibiotik, kortikosteroid, dan direncanakan untuk biopsi ginjal. Laporan ini menegaskan pentingnya kewaspadaan klinis terhadap kemungkinan tumpang tindih sindrom nefritik dan nefrotik pada anak dengan hematuria dan edema, karena kondisi ini memiliki implikasi klinis dan prognosis yang berbeda dibandingkan presentasi tunggal.