Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tempat Potensial Perkembangbiakan (Maya Indeks) Nyamuk Aedes Sp. di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Katingan Amarullah, Novi; Raharjo, Mursid; Sutiningsih, Dwi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i10.16466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor risiko penularan demam berdarah dengue (DBD) di daerah endemis Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada tahun 2023, yang mengalami lonjakan kasus signifikan. Berdasarkan data 2023, incidence rate di Kalimantan Tengah mencapai 113,86 per 100.000 penduduk, dengan Case Fatality Rate (CFR) 0,38% dan delapan kematian. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional ini dilakukan pada April 2024 di tiga kecamatan endemis DBD, yakni Katingan Hilir, Katingan Tengah, dan Sanaman Mantikei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Breeding Risk Index (BRI) di daerah tersebut berada pada kategori sedang, dengan 46% rumah berisiko sedang. Hygiene Risk Index (HRI) juga berada pada kategori sedang, dengan 48,7% rumah berisiko sedang. Lebih lanjut, sebanyak 23,9% rumah di daerah endemis DBD berada pada kategori sedang (BRI 2/HRI 2). Selain itu, 45,1% rumah memiliki Maya Index yang tinggi, menunjukkan potensi besar untuk berkembangnya vektor nyamuk. Kesimpulannya, wilayah ini memiliki risiko sedang untuk penularan DBD, dengan faktor lingkungan yang mendukung penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan program pengendalian vektor melalui pendekatan berbasis komunitas, seperti perbaikan sanitasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengurangi tempat perindukan nyamuk. Kata kunci:
Tempat Potensial Perkembangbiakan (Maya Indeks) Nyamuk Aedes Sp. di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Katingan Amarullah, Novi; Raharjo, Mursid; Sutiningsih, Dwi
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 10, No 4: November 2025
Publisher : Master of Epidemiology, Faculty of Public Health, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v10i4.23119

Abstract

Background : Katingan Regency has experienced an increase in dengue fever cases in Central Kalimantan Province over the past three years, from 2020 to 2023, with an incidence rate in 2023 of 168.4 per 100,000 population and a Case Fatality Rate (CFR) of 0.66%. This is due to the Maya Index, which is a potential breeding ground for Aedes sp mosquitoes, remaining a problem. Therefore, research will be conducted to detect the Maya Index of Aedes sp mosquitoes in dengue fever endemic areas in Katingan Regency.Methods : This study was conducted using an observational research method with a cross-sectional approach in April 2024. The population in this study consisted of all cases of dengue fever in January–February 2024, with a sample size of 113 samples. The sampling technique used was random sampling. Data were obtained through direct observation and observation of the home environment using the visual larval method.Result : The Breeding Risk Index (BRI) was in the moderate category, with 52 (46%) homes, while the Hygiene Risk Index (HRI) was also in the moderate category, with 55 (48.7%) homes. in dengue endemic areas, it is in the moderate category (BRI 2/HRI 2), which is 27 (23.9%) houses. Most houses in dengue endemic areas in Katingan Regency are in the high Maya Index status, which is 51 (45.1%) houses.Conclusion : Houses with low to moderate BRI will have less potential for having positive larval containers than houses with high BRI. Houses with low to moderate HRI have higher positive larval containers than houses with high HRI.