Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengendalian Material Pada Proyek Konstruksi Dengan Menggunakan Metode EOQ (Economic Order Quantity), POQ (Periodic Order Quantity), JIT (Just In Time) Jovany Kumaat, Cristha Stephanie; Harris Thambas, Arthur; Yoyce Malingkas, Grace
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.31904

Abstract

Dalam suatu proyek konstruksi, semua material yang dibutuhkan harus dikendalikan dengan baik agar proyek dapat berjalan dengan lancar. Material yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan keterlambatan, biaya tambahan, dan bahkan kegagalan proyek secara keseluruhan. Pekerjaan proyek konstruksi akan mengalami keterlambatan jika material tidak tersedia dalam gudang penyimpanan. Kelebihan material mempengaruhi kapasitas tempat penyimpanan karena terjadi penumpukan material. Oleh karena itu diperlukan metode pengendalian material yang tepat dalam memastikan pasokan material yang memadai, dengan kualitas yang baik dan penggunaan yang efisien. Dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity), POQ (Periodic Order Quantity), dan JIT (Just In Time) dalam pengendalian material dapat menjelaskan kebutuhan material proyek konstruksi. Analisis ini membantu menentukan jumlah material yang optimal untuk dipesan dan biaya persediaan yang dibutuhkan oleh proyek konstruksi. Tujuannya adalah penentuan metode yang tepat sehingga dapat meminimalkan total biaya persediaan dan memastikan ketersediaan material sesuai dengan jadwal proyek. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pada proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sam Ratulangi, pengendalian material dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity), metode POQ (Periodic Order Quantity), dan metode JIT (Just In Time) dapat dipergunakan dalam proyek konstruksi. Masing-masing metode memiliki sistem pemesanan dan pengendalian material dengan hasil yang berbeda-beda. Pengendalian material dengan metode Just In Time (JIT) adalah metode yang paling efektif dan efisien dalam mengurangi biaya persediaan dan pengelolaan material. Dalam memenuhi kebutuhan material proyek, metode JIT meminimalisir jumlah persediaan pada ruang penyimpanan dengan pengiriman material secara bertahap agar dapat mengurangi risiko kerusakan material, meminimalkan biaya penyimpanan dan biaya pemesanan yang dikeluarkan. Dengan demikian, metode JIT dapat melakukan penghematan biaya total persediaan dibandingkan metode lainnya sehingga perusahaan bisa mendapatkan keuntungan dan lebih efisien dalam keuangan proyek.
Analisis Manajemen Risiko Terpadu dalam Proyek Konstruksi Cicilia Lengkong, Bella; Yoyce Malingkas, Grace; K Torry Dundu, Ariestides
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.43581

Abstract

Penelitian ini menganalisis manajemen risiko pada Proyek Penataan Kawasan Malalayang Tahap II, yang melibatkan kompleksitas tinggi dan banyak pemangku kepentingan. Tujuan utama adalah mengidentifikasi dan memberikan rekomendasi penanganan risiko menggunakan metode Analytic Network Process (ANP). Metodologi penelitian menggabungkan ANP dan Risk Breakdown Structure (RBS), dengan data yang dikumpulkan melalui literatur, wawancara, dan survei. Risiko dikelompokkan menjadi lima kategori: teknis, finansial, operasional, manajerial, dan lingkungan. Hasil menunjukkan risiko dominan adalah penjadwalan ulang yang sering (0.750). Untuk mengatasi keterlambatan, dibuat jadwal kerja dengan target penyelesaian dalam 31 hari kerja. Langkah mitigasi meliputi penambahan tenaga kerja, percepatan pekerjaan kritis, dan peningkatan koordinasi antara pemangku kepentingan. Koordinasi yang lebih baik dan ketersediaan material sangat penting untuk meminimalkan dampak risiko. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya ANP dalam analisis manajemen risiko, dengan penjadwalan ulang sebagai prioritas utama. Strategi mitigasi yang disarankan meliputi pengadaan material lebih cepat dan penambahan tenaga kerja untuk memastikan proyek selesai sesuai jadwal.