Dalam suatu proyek konstruksi, semua material yang dibutuhkan harus dikendalikan dengan baik agar proyek dapat berjalan dengan lancar. Material yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan keterlambatan, biaya tambahan, dan bahkan kegagalan proyek secara keseluruhan. Pekerjaan proyek konstruksi akan mengalami keterlambatan jika material tidak tersedia dalam gudang penyimpanan. Kelebihan material mempengaruhi kapasitas tempat penyimpanan karena terjadi penumpukan material. Oleh karena itu diperlukan metode pengendalian material yang tepat dalam memastikan pasokan material yang memadai, dengan kualitas yang baik dan penggunaan yang efisien. Dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity), POQ (Periodic Order Quantity), dan JIT (Just In Time) dalam pengendalian material dapat menjelaskan kebutuhan material proyek konstruksi. Analisis ini membantu menentukan jumlah material yang optimal untuk dipesan dan biaya persediaan yang dibutuhkan oleh proyek konstruksi. Tujuannya adalah penentuan metode yang tepat sehingga dapat meminimalkan total biaya persediaan dan memastikan ketersediaan material sesuai dengan jadwal proyek. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pada proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sam Ratulangi, pengendalian material dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity), metode POQ (Periodic Order Quantity), dan metode JIT (Just In Time) dapat dipergunakan dalam proyek konstruksi. Masing-masing metode memiliki sistem pemesanan dan pengendalian material dengan hasil yang berbeda-beda. Pengendalian material dengan metode Just In Time (JIT) adalah metode yang paling efektif dan efisien dalam mengurangi biaya persediaan dan pengelolaan material. Dalam memenuhi kebutuhan material proyek, metode JIT meminimalisir jumlah persediaan pada ruang penyimpanan dengan pengiriman material secara bertahap agar dapat mengurangi risiko kerusakan material, meminimalkan biaya penyimpanan dan biaya pemesanan yang dikeluarkan. Dengan demikian, metode JIT dapat melakukan penghematan biaya total persediaan dibandingkan metode lainnya sehingga perusahaan bisa mendapatkan keuntungan dan lebih efisien dalam keuangan proyek.