Sindrom metabolik (SM) adalah kondisi patologis yang ditandai dengan obesitas sentral, resistensi insulin, hipertensi, dan hiperlipidemia, yang meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung. Hiperurisemia, yaitu peningkatan kadar asam urat serum yang tidak normal, juga sering dikaitkan dengan obesitas dan sindrom metabolik. Secara global, prevalensi SM, hiperurisemia, dan obesitas masing-masing mencapai 20–25%, 34.2%, dan 39%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan kedokteran keluarga dalam mengelola pasien dengan sindrom metabolik, hiperurisemia, dan obesitas grade II. Studi kasus dilakukan pada seorang pasien laki-laki berusia 58 tahun, Tn. T, yang didiagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pendekatan kedokteran keluarga dengan model Mandala of Health diterapkan untuk mengontrol kadar gula darah, kolesterol, asam urat, tekanan darah, serta berat badan guna mencegah komplikasi lebih lanjut. Pada kunjungan awal, ditemukan faktor risiko seperti ketidakteraturan konsumsi obat dan kontrol kesehatan, pola makan tinggi kalori, gula, garam, lemak, serta purin, rendahnya asupan serat, kurangnya aktivitas fisik, dan keterbatasan pengetahuan pasien tentang penyakitnya. Setelah intervensi berupa edukasi kesehatan, pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, dan kepatuhan terhadap pengobatan, pasien menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan. Keluhan utama berkurang, pasien rutin kontrol dan minum obat, serta mengalami penurunan berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, dan asam urat. Pendekatan kedokteran keluarga efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien, kepatuhan terhadap terapi, serta perbaikan parameter klinis, sehingga dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.