Epistaksis terdiri dari perdarahan anterior dan posterior, dengan perdarahan posterior yang lebih berbahaya karena lokasinya yang dalam dan sulit dijangkau. Penggunaan tampon hidung balon efektif untuk mengatasi perdarahan posterior, namun kateter Foley menjadi alternatif yang semakin populer di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang karena kemampuannya memberikan tekanan yang lebih merata dan stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan kateter Foley dalam penanganan epistaksis berat, khususnya perdarahan posterior, serta memberikan wawasan baru dalam penerapannya di rumah sakit daerah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus untuk menganalisis pemakaian kateter foley pada tindakan bedah THT di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Fokus penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas kateter foley dalam mengontrol perdarahan pada prosedur bedah THT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kateter foley dalam tindakan bedah THT di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang telah terbukti efektif dalam mengontrol perdarahan, terutama dalam prosedur seperti degloving, FESS, dan tonsilektomi. Kateter ini berfungsi sebagai tampon hemostatik dengan memberikan tekanan pada area perdarahan, membantu pembekuan darah untuk menghentikan perdarahan intra-operasi. Penelitian menunjukkan pengurangan perdarahan dan durasi operasi pada pasien yang menggunakan kateter foley dibandingkan dengan yang tidak, meskipun ada potensi efek samping seperti nekrosis jaringan jika tekanan terlalu tinggi. Teknik ini menunjukkan manfaat dalam kasus-kasus tertentu meskipun belum banyak dikenal di kalangan tenaga medis.