Dalam konteks Indonesia, cerita pribadi yang berpotensi memunculkan narasi alternatif dalah cerita mengenai keterbatasan finansial yang menjadi hambatan dalam mengakses program internasional di lingkup pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana cerita pribadi mengenai hambatan finansial dalam mengakses program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) direspon oleh pengguna Twitter di Indonesia. Dalam konteks pendidikan tinggi yang semakin berorientasi pasar dan kepercayaan meritokratis di Indonesia, cerita-cerita ini muncul di media sosial, khususnya Twitter, untuk menyuarakan tantangan struktural dalam mengakses pendidikan berkualitas. Metode netnografi digunakan untuk menganalisis interaksi di Twitter terkait cerita-cerita ini. Dari 129 cerita yang diidentifikasi, 11 dibagikan melalui akun anonim menfess, dan satu melalui komunitas studytwt. Hasil menunjukkan bahwa tanggapan umumnya bersifat positif, menawarkan dukungan emosional, doa, dan tawaran bantuan, termasuk bantuan finansial dan informasi beasiswa. Sentimen positif lebih dominan daripada negatif. Bentuk interaksi melibatkan pemberian semangat, pertukaran informasi, dan pembagian cerita pribadi serupa. Meskipun ada beberapa tanggapan negatif, data menunjukkan bahwa cerita pribadi ini mampu menarik simpati dan solidaritas dari komunitas Twitter. Studi ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana cerita pribadi di media sosial dapat menjadi instrumen dalam menyuarakan dan mengatasi ketidaksetaraan pendidikan di Indonesia, serta memberikan wawasan terhadap respon dan interaksi komunitas di ruang digital.