Soleh, Achmad Khudori
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Al-Ins dan Al- Jinn dalam Perspektif Al-Qur’an Umam, Reza Wasilul; Soleh, Achmad Khudori
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 6, No 1 (2023): APRIL - SEPTEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v6i1.19756

Abstract

Allah SWT dalam menciptakan makhluk, ada yang tampak dan ada yang tidak tampak. Di antara makhluk yang tampak ialah manusia, sedangkan makhluk yang tidak tampak ialah jin. Al-Qur‟an sendiri memberi perhatian yang besar terhadap jin dan manusia, terbukti banyak ayat yang menyebut kedua kata tersebut dan menjelaskan haliyah kedua makhluk tersebut. Selain itu, kedua kata tersebut dijadikan salah satu nama surat dalam al-Qur’an. Lebih-lebih jin sebagai makhluk gaib yang setiap orang bertakwa wajib mempercayainya. Kajian ini sangatlah penting untuk dipelajari lebih dalam karena merupakan hal yang harus diyakini dan dibedakan anatara fungsi manusia dan jin dimuka bumi. Tujan penelitian ini adalah melihat secara seksama hubungan antara jin dan manusia (lafadz al-ins dan al-jin) didalam al-Quran yang sering digadengkan. Metode yang digunakan dalam penelitian  ini adalah metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan Al-ur’an dan tafsir sebagai rujukan utama dan jurnal penelitian terdahulu sebagai tambahan informasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) jin dan manusia merupakan makhaluk allah yang memiliki tugas yang sama dengan berbagai hubungan dan persamaan-persamaan sifat dari jin dan manusia. (2) manusia adalah makhluk allah yang sempura dengan dibekali akal dan menjalankan tugas sebagai khalifah dibumi. (3) jin adalah mahluk Allah yang akan menjadi penggiring manusia untuk lengah terhadap perintah Allah sampai hari kiamat.   Keywords: Jin, Manusia, Al-Qur’an
Telaah Empiris-Positivistik Auguste Comte terhadap Fenomena Dispensasi Nikah di Indonesia Salma, Kholidiyah; Soleh, Achmad Khudori; Hakim, M Aunul
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i2.23302

Abstract

ABSTRAK: Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena dispensasi nikah di Indonesia melalui perspektif empiris-positivistik Auguste Comte, guna memberikan pemahaman ilmiah yang objektif terhadap dinamika sosial-hukum yang berkembang pasca perubahan batas usia perkawinan. Subjek penelitian ini adalah praktik dispensasi nikah sebagai realitas sosial-hukum yang tercermin dalam putusan Pengadilan Agama, statistik perkara Badan Peradilan Agama, serta regulasi hukum terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan landasan positivistik, melalui pengumpulan data empiris institusional yang dianalisis menggunakan teknik observasi, klasifikasi, analisis pola, serta hubungan sebab–akibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) positivisme Auguste Comte menyediakan kerangka epistemologis yang menempatkan fakta empiris sebagai sumber pengetahuan yang sah, dengan kebenaran diuji melalui konsistensi dan keterulangan data; (2) fenomena dispensasi nikah di Indonesia merupakan realitas sosial-hukum yang objektif dan terstruktur, ditandai oleh pola peningkatan, stabilisasi, dan variasi kasus yang dapat diukur lintas wilayah dan waktu; serta (3) telaah positivistik menegaskan bahwa dispensasi nikah berfungsi sebagai mekanisme keteraturan sosial yang lahir dari interaksi antara norma hukum dan kondisi sosial yang konkret. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan pendekatan empiris dalam kajian hukum keluarga agar analisis kebijakan lebih berbasis data dan realitas sosial.ABSTRACT: This article aims to analyze the phenomenon of marriage dispensation in Indonesia through the empirical-positivistic perspective of Auguste Comte, in order to provide an objective scientific understanding of the socio-legal dynamics that have developed following changes to the minimum age of marriage. The subject of this research is the practice of marriage dispensation as a socio-legal reality reflected in Religious Court decisions, case statistics from the Directorate General of Religious Courts, and relevant legal regulations. The research employs a qualitative-descriptive method grounded in a positivistic approach, using institutional empirical data analyzed through observation, classification, pattern analysis, and causal relationships. The findings indicate that (1) Auguste Comte’s positivism provides an epistemological framework that positions empirical facts as the sole legitimate source of knowledge, with truth verified through data consistency and recurrence; (2) the phenomenon of marriage dispensation in Indonesia constitutes an objective and structured socio-legal reality, as evidenced by measurable patterns of increase, stabilization, and variation in cases across regions and time; and (3) a positivistic analysis confirms that marriage dispensation functions as a mechanism of social order arising from the interaction between legal norms and concrete social conditions. This study recommends the adoption of empirical approaches in family law studies to ensure that policy analysis is more firmly grounded in data and social reality.