Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tren Kajian Media, Gender dan Inklusi Sosial dalam Senarai Jurnal Komunikasi di Indonesia Kurnia, Novi; Indasah, Kurnia; Amarilisya, Aliftya
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 2 (2022)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v20i2.6784

Abstract

Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (GIS) merupakan tema kajian yang mulai banyak dibahas di berbagai riset komunikasi dengan tujuan untuk membongkar ketidakadilan gender dan kelompok rentan lainnya dalam praktik berkomunikasi dan bermedia. Artikel ini bertujuan memetakan topik, tradisi teori, metode riset dan objek atau subjek riset terkait GIS yang dipublikasikan dalam senarai jurnal ilmiah bertemakan komunikasi di Indonesia. Melalui metode analisis isi kuantitatif deskriptif, studi ini meneliti 196 artikel jurnal dari 66 jurnal yang dipublikasikan tahun 2001 hingga 2020. Beberapa temuan penting adalah: (1) topik terkait gender (71,9 %) dominan dibandingkan topik terkait Lesbian, Gay, Transgender Queer (LGBTQ), disabilitas, dan kelompok rentan lainnya; (2) tradisi teori kritis (42 %) paling banyak ditemukan dibandingkan tradisi teori komunikasi lainnya; (3) analisis semiotika (21,9 %) adalah metode riset paling banyak digunakan; dan (4) teks atau konten media (60%) merupakan objek atau subjek riset yang paling banyak diteliti. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kajian komunikasi terkait GIS masih eksklusif karena masih ada dominasi topik, tradisi teori, metode, dan objek atau subjek riset. Banyak celah produksi pengetahuan terkait kajian GIS dan komunikasi yang masih luput dari perhatian akademisi komunikasi di Indonesia, namun bisa dikembangkan di masa mendatang agar peluang untuk menjadikan kajian komunikasi dan GIS untuk lebih inklusif bisa dicapai. 
Sexism in Social Media Comments: The Case of the X Account @txtdarifeminis Indasah, Kurnia
Kalijaga Journal of Communication Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Communication and Islamic Broadcasting Study Program, Faculty of Da'wah and Communication, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.72.06.2025

Abstract

This study aims to map the typology and characteristics of sexist messages appearing in netizen comments on the X account (formerly Twitter) @txtdarifeminis, which actively reframes feminist narratives negatively as jokes or attacks. Despite the development of gender studies in Indonesia, a significant research gap remains because the dominant literature remains focused on mainstream media products. This study offers novelty by filling this gap through the analysis of user-generated content, where sexism is produced collectively and participatively. Using a qualitative content analysis approach within a constructivist paradigm, data were collected using data mining techniques in RStudio and the rtweet package. Of the 1,151 tweets collected, 106 were purposively selected as the primary unit of analysis. The research findings identified eight main dominant variants of sexism: (1) verbal demeaning of women; (2) constructing women as passive; (3) sexual objectification; (4) misconceptions and distortions of the feminist agenda; (5) negative stereotypical labeling of feminists; (6) justification of the domestication of women's roles; (7) glorification of masculine superiority; and (8) symbolic threats or punishments for women who violate norms. This study contributes to the study of gender communication by presenting a typology of sexism in the local context and offering practical recommendations for developing more inclusive content moderation and digital literacy policies.