Rebo fishing gear is classified as a type of fishing gear that produces lots of fish. The problem on rebo fishing gear is low selectivity on catch product. This condition has caused the catching product dominated by small fishes. The objective of this research is to know the kind of fishing product and fishing rate of rebo. The research used field observation method through interview and direct observe on February, April, July and September 2016. Fishing activity used rebo where wooden branches are placed on the edge of middle of the shallow River and arranged in the bottom waters with an area of 7.5 to 300 m2, then the surfaceof the waters and then put water hyacinth (Eichhornia crassipes). The research shown the fishing rate of rebo is 28.4 – 48.5 kg/day, 36.9 kg/day for average. The fish production have highest fishing rate than shrimp fishing rate. The fishing rate of fish is 23.28 kg/day or 63%, and fishing rate for shrimp is 12.94 kg/day or 35%, and fishing rate of baycatch product (buntal, snake, baby crab, and cucumber sea) are 0.92 kg/day or 2.48%. Biomass proportion of fish have dominated by Lundu fish (Mystus sp) with 20.66 %, the shrimp dominatede by Galah shrimp (Macrobrachium rosenbergii) with 7.11%.Alat tangkap rebo tergolong jenis alat tangkap yang banyak menghasilkan ikan. Permasalahan pada perikanan rebo adalah rendahnya selektivitas alat tangkap ini terhadap hasil tangkapan. Kondisi ini mengakibatkan hasil tangkapan didominasi ukuran kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tangkapan dan laju tangkap rebo. Penelitian dilakukan dengan metode observasi lapangan melalui wawancara dan pengamatan langsung terhadap hasil tangkapan rebo yang beroperasi di sungai muara Batun. Pengamatan lapangan dilakukan bulan Februari, April, Juli dan September 2016. Kegiatan penangkapan menggunakan alat tangkap rebo dimana ranting kayu diletakkan di tepi atau tengah Sungai yang dangkal dan disusun di dasar perairan dengan luas 7.5 hingga 300 m2, kemudian dipermukaan perairan lalu diletakkan eceng gondok (Eichhornia crassipes). Hasil penelitian menunjukan bahwa kisaran laju tangkap rebo 28.4 – 48.5 kg/hari, rata-rata 36.9 kg/hari. Hasil tangkapan ikan memiliki laju tangkap lebih tinggi dibanding laju tangkap udang. Rata-rata laju tangkap ikan 23.28 kg/hari atau 63 %, laju tangkap udang 12.94 kg/hari atau 35 %, dan laju tangkap sampingan yang dibuang 0.92 kg atau 2.48 % dari total laju tangkap. Proporsi biomas hasil tangkapan ikan didominasi ikan Lundu (Mystus sp) 20.66% dan udang didominasi udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) 7.11%. Kata kunci : rebo, laju tangkap, sungai muara, Batun