Aini, Siti Qorrotu
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMBINAAN KEAMANAN JAJAN PANGAN ANAK SEKOLAH DASAR Aini, Siti Qorrotu
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 2 (2018): Desember
Publisher : Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.969 KB)

Abstract

ENGLISHIt is important to pay attention regarding the safety of snack for elementary school children because it affects the quality of health of school children. The safety of snacks for elementary school children is a responsibility for stakeholders in particular government institutions. This research aimed to find out how the local government in the guidance of snacks for elementary students in Pati Regency as well as the barriers for implementing it. This research used descriptive exploratory methode with qualitative approach. The data collected through in-depth interview, observation, and document study. The results showed that the policy for food safety from elementary students have not been specifically stated in the strategic plan of related government institutions. The role of the local government to improve the security of snack for elementary students is conducted implicitly in related service programs from the office of health and the office of education and culture. The constraints comes from budget limitation, the absense of local regulation and low awareneess regarding food safety among elementary students, teachers / principals, and food sellers. INDONESIAPangan jajanan anak sekolah dasar sangat penting mendapat perhatian karena berdampak terhadap kualitas kesehatan anak sekolah. Keamanan pangan jajanan anak sekolah dasar menjadi tanggungjawab bersama antara pemangku kepentingan khususnya pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah daerah dan kendala dalam pembinaan pangan jajanan anak sekolah di Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif eksploratif. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen instansi terkait. Analisis data dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan keamanan pangan jajanan anak sekolah dasar belum tertuang secara khusus di dalam rencana strategis (renstra). Peran pemerintah dalam upaya peningkatan keamanan pangan jajanan anak sekolah dasar secara implisit dalam program dinas terkait, yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kendala dalam pelaksanaan pembinaan keamanan pangan jajan anak sekolah yang sudah berjalan, diantaranya berupa keterbatasan anggaran, belum adanya peraturan daerah yang mengatur masalah tersebut, serta rendahnya kesadaran akan pentingnya keamanan pangan pada siswa, guru/kepala sekolah, dan penjaja makanan.
KENAKALAN REMAJA AWAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH DITINJAU DARI KETIDAKHADIRAN ORANG TUA KARENA MERANTAU Aini, Siti Qorrotu
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.049 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i2.70

Abstract

ENGLISHEarly adolescent phase that coincided with the beginning of secondary school age have characteristics that emotionally still volatile because of the influence of hormonal changes in adolescents. This forms a distinctive characteristic in early adolescence which includes aspects social behavior, moral, religious, affective, cognitive and personality. The reviewed purpose is to explain the potential of early adolescent delinquency in the school environment on students whose parents migrated for temporary. Adolescent phase needs nurturing, guidance, direction and supervision. The parents roles is needed for the success of adolescent development. Adolescent who left by their parents for temporal migration have psychosocial youth impact in their school life. Adolescent beside studied academicly also required to comply with the applicable rules at school. Adolescent who are left for temporal migration and have psychosocial problem, forms of delinquency includes substance abuse such as alcohol, behavioral problems includes coming late, ditching, not doing homework, words are rude, alcohol, viewing pornography, fighting, courting school environment, write inappropriate words on the walls of the bathroom and indications brawl. INDONESIAFase remaja awal yang bertepatan dengan usia sekolah menengah memiliki karakteristik yang secara emosional masih bergejolak karena pengaruh perubahan hormonal dalam diri remaja. Hal ini membentuk karakteristik yang khas pada masa remaja awal yang meliputi aspek perilaku sosial, moral, religi, afeksi, kognitif dan kepribadian. Tujuan penulisan untuk menjelaskan potensi kenakalan remaja awal di lingkungan sekolah pada siswa yang orang tuanya merantau. Fase remaja membutuhkan pengasuhan, bimbingan, arahan dan pengawasan. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk keberhasilan perkembangan anak remaja. Remaja yang ditinggal orang tuanya merantau memiliki dampak psikososial remaja dalam kehidupannya bersekolah. Remaja, selain belajar secara akademis juga dituntut untuk mematuhi aturan yang berlaku disekolah. Remaja yang ditinggal merantau dan memiliki masalah psikosial, bentuk-bentuk kenakalannya meliputi penyalahgunaan zat berupa minuman keras, masalah perilaku meliputi terlambat, membolos, tidak mengerjakan tugas/PR, perkataan yang kasar, minuman keras, melihat pornografi, berkelahi, pacaran dilingkungan sekolah, menulis kata-kata tidak pantas di tembok kamar mandi dan indikasi tawuran.