Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EARLY DETECTION BEHAVIOR OF BREAST CANCER IN WOMEN OF CHILDBEARING AGE: A SCOPING REVIEW Salsabila, Rahmalia Shoffy; Widjanarko, Bagoes; Adi, Mateus Sakundarno
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 1 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i1.2784

Abstract

Kanker payudara tetap menjadi masalah kesehatan global utama dengan insidensi yang meningkat, khususnya pada wanita usia subur yang mengalami fluktuasi hormonal signifikan. Deteksi dini merupakan cara yang tepat untuk membantu meminimalkan insidensi kanker payudara, namun pada kenyataannya, perilaku deteksi dini masih buruk, terutama di negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku deteksi dini kanker payudara pada wanita usia subur. Desain penelitian ini menggunakan scoping review sebagai langkah awal menuju tinjauan sistematis dengan kerangka kerja PRISMA-ScR. Pencarian artikel melalui basis data seperti Scopus dan ScienceDirect. Dari total 144 artikel yang diidentifikasi, 11 memenuhi kriteria inklusi, mencakup studi cross sectional yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2024, tersedia dalam bahasa Inggris, dan membahas faktor-faktor yang memengaruhi perilaku deteksi dini kanker payudara. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi perilaku deteksi dini meliputi pengetahuan, kesadaran, kondisi sosial-ekonomi, dukungan keluarga, Lokasi tempat tinggal, kepercayaan budaya, status pernikahan, dan aksesibilitas terhadap layanan kesehatan. Praktik seperti Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS), dan Mammografi masih rendah, terutama di wilayah dengan sumber daya kesehatan yang terbatas.Temuan ini menekankan pentingnya kampanye edukasi dan pengurangan hambatan struktural untuk meningkatkan deteksi dini. Strategi kolaboratif yang melibatkan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan perilaku deteksi dini pada wanita usia subur.