Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Arsitekno

ANALISIS KESIAPAN TERMINAL INTERMODA BSD SEBAGAI KAWASAN TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT Devid Leonardi; Adhi Buwono, Hanugrah; Ayu Sawitri Dian Mawarni, Ida
Arsitekno Vol. 13 No. 1 (2026): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v13i1.23586

Abstract

Pertumbuhan aktivitas masyarakat diperkotaan di wilayah Jabodetabek semakin pesat sehingga menuntut pendekatan perancangan kota yang lebih integratif dan berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah pendekatan Transit-Oriented Development (TOD), yang mengedepankan pengembangan kawasan berbasis angkutan massal dengan prinsip keterpaduan fungsi ruang, mobilitas, dan kepadatan. Penerapan TOD di Jabodetabek sendiri dapat dilihat dari contoh MRT Lebak Bulus dan Pondok Cina, selain kedua contoh ini terdapat Lokasi yang berpotensi untuk diaplikasikannya TOD salah satunya ialah Terminal Intermoda BSD. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana Terminal Intermoda BSD siap menjadi kawasan TOD, berdasarkan indikator yang terdapat dalam standar TOD 3.0 yang dibuat oleh ITDP. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis evaluatif terhadap delapan prinsip TOD yaitu walk, cycle, connect, transit, mix, densify, compact, dan shift Studi kasus tentang area MRT Lebak Bulus, Stasiun Pondok Cina, dan Paya Lebar Quarter (PLQ) di Singapura digunakan sebagai acuan untuk memahami perbedaan dalam penerapan konsep TOD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Terminal Intermoda BSD memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan TOD terutama pada aspek integrasi moda transportasi, namun masih terdapat beberapa aspek yang belum optimal seperti kualitas jalur pedestrian, fasilitas pesepeda, dan integrasi fungsi lahan. Sebab itu, dibutuhkan pembangunan daerah yang lebih terpadu agar bisa mendukung penerapan TOD dengan lebih baik.