Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perempuan dalam Pusaran Korupsi Ayuningtyas, Dina
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i2.32029

Abstract

Penelitian ini mendalami hubungan antara gender dan korupsi dengan fokus pada peran perempuan sebagai korban, pelaku, dan agen perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara gender dan tindakan korupsi, dengan menyoroti perilaku pada perempuan Penelitian ini merekomendasikan pendekatan multidimensional dalam pemberantasan korupsi, termasuk reformasi struktural yang memperkuat tata kelola pemerintahan, peningkatan partisipasi perempuan dalam politik dan ekonomi, pemberdayaan masyarakat sipil melalui edukasi dan advokasi, serta pendidikan antikorupsi untuk menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (literature review) untuk menganalisis hubungan antara gender dan perilaku korupsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa korupsi memberikan dampak yang tidak proporsional terhadap perempuan, khususnya dalam akses layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, dan perlindungan hukum. Korupsi tidak hanya memperburuk kesenjangan gender, tetapi juga menghambat pemberdayaan perempuan melalui pembatasan akses mereka terhadap sumber daya esensial. Meskipun keterlibatan perempuan dalam korupsi lebih rendah dibandingkan laki-laki, faktor-faktor seperti tekanan sosial, peluang, dan rasionalisasi turut mempengaruhi partisipasi perempuan dalam sistem yang korup. Oleh karena itu, perempuan memiliki potensi signifikan sebagai agen perubahan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan inklusif. Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoretis dengan menyoroti dimensi gender dalam dinamika korupsi, tetapi juga menawarkan panduan praktis untuk kebijakan antikorupsi yang lebih inklusif. Dengan demikian, kesetaraan gender dipandang sebagai elemen kunci dalam menciptakan tata kelola yang baik dan mendukung pembangunan berkelanjutan.