Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PKM IRIGASI TETES DAN PENGENDALIAN LALAT BUAH RAMAH LINGKUNGAN PADA BUDIDAYA CABAI Hahuly, M. V.; Simamora, A. V.; Nenotek, P. S.; Nahas, A. E.; Listra, Y.; Sana, F. N. S.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.42357

Abstract

Masyarakat Sonaf Honis Bonen di Desa Oeltua, Kabupaten Kupang, masih mengandalkan metode pertanian tradisional dalam budidaya cabai. Mereka menghadapi berbagai tantangan, seperti kesulitan dalam pengendalian gulma, kesulitan mengakses sumber air, serta serangan hama lalat buah. Sebagai langkah awal dalam mengatasi permasalahan gulma, pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tahun 2023 telah diperkenalkan penggunaan mulsa plastik dalam budidaya cabai. Penerapan mulsa plastik terbukti membantu petani dalam meningkatkan efisiensi tenaga kerja dalam pengendalian gulma. Selanjutnya, pada tahun 2024, kegiatan PKM dilaksanakan dengan fokus pada penerapan irigasi tetes dan pengendalian lalat buah secara ramah lingkungan menggunakan metil eugenol. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup penyuluhan, pelatihan dan pendampingan, serta pembuatan demplot irigasi tetes. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa petani mulai mengadopsi teknologi yang diperkenalkan. Irigasi tetes berperan penting dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air, tenaga, dan waktu karena mampu menyalurkan air langsung ke perakaran tanaman yang akhirnya akan meningkatkan produksi cabai. Penggunaan perangkap lalat buah mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia sekaligus meningkatkan kesadaran petani mengenai pentingnya pertanian berkelanjutan. Secara keseluruhan, program PKM ini telah berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan dan pemahaman petani dalam pengelolaan sumber daya secara lebih efisien, mendukung keberlanjutan produksi cabai, serta mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.