Martika Putri, Novita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENGINTEGRASIKAN TPACK DAN KEARIFAN LOKAL MELALUI MODEL INKUIRI TERBIMBING DAN METODE BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BERPIKIR KRITIS SISWA SD Martika Putri, Novita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, No. 04 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.19703

Abstract

Tujuan dari pengembangan dan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis TPACK dengan metode bermain peran ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui integrasi kearifan lokal dalam konteks pembelajaran matematika di SD No. 4 Tuban. Prosedur pelaksanaan model ini mencakup beberapa tahapan, mulai dari orientasi dengan pengenalan konteks lokal pelelangan ikan, perumusan masalah, simulasi bermain peran, hingga refleksi dan asesmen. Model ini memberikan panduan eksploratif bagi siswa untuk memahami konsep pecahan melalui pengalaman langsung dan penggunaan teknologi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa penggunaan model ini mampu meningkatkan pemahaman konsep pecahan serta motivasi siswa untuk belajar secara aktif. Asesmen formatif dan sumatif mengungkapkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan berpikir kritis siswa, meskipun terdapat kendala dalam keterampilan digital siswa dan keterbatasan akses teknologi. Solusi untuk mengatasi kendala ini mencakup penggunaan alat peraga konkret, pengelompokan kolaboratif, dan pendampingan tambahan. Sebagai tindak lanjut, disarankan adanya peningkatan infrastruktur teknologi dan penyusunan modul berbasis kearifan lokal yang lebih mendetail, serta pemberian pelatihan teknologi bagi siswa. Upaya ini diharapkan dapat mendukung guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis teknologi yang kontekstual, meningkatkan pemahaman siswa secara mendalam, dan menjaga keterkaitan dengan budaya lokal.