Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Mimin Ninawati; Alfia Dwi Saputri; Jihan Puspa Rani; Rizkia Amelia; Shalma As’ari; Silvia Mulyana Putri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.22139

Abstract

Education has a strategic role in shaping the character and personality of the younger generation as the nation's successors. In the Indonesian context, Pancasila education is one of the main pillars in realizing this goal. As a national ideology, Pancasila is not only the basis of the state, but also the values that are internalized in various aspects of life, including the field of education. And Pancasila education also has an important role in shaping the character of students, namely at the elementary school (SD) level. Pancasila education has great potential to shape the character of students in elementary schools. Through this education, it is hoped that Indonesia's young generation will not only be intellectually intelligent, but also have strong character, full of integrity, and can become good and responsible citizens. As the basis of the state and the nation's way of life, Pancasila contains noble values that can shape the attitudes and behavior of students in accordance with the moral values that apply in Indonesian society. Pancasila education also functions to increase students' understanding of the importance of living together in diversity and tolerance, which is very relevant in Indonesia's multicultural social context. This article aims to examine how Pancasila education is implemented in elementary schools in order to shape students' character based on Pancasila values, such as mutual cooperation, social justice, and respect for diversity. Using a qualitative approach, this research reveals that the integration of Pancasila values in the curriculum and extracurricular activities can increase understanding and application of positive attitudes that support character formation. Instilling these values not only equips students with knowledge, but also life skills that are useful for forming individuals with integrity, tolerance and responsibility. Therefore, Pancasila education in elementary schools has a strategic role in creating a young generation capable of maintaining national unity and integrity.
SOSIALISASI MANAJEMEN KEUANGAN SEDERHANA PADA SISWA SMP ISLAM ASYSYAKIRIN “REMAJA SIAP FINANSIAL: MEMBANGUN KEBIASAAN MENGELOLA KEUANGAN DENGAN BIJAK” Merisa Afrilya Maharani; Rizkia Amelia; Siti Mulia; Raissa Raffa Aurelia
Prosiding Dedikasi: Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): PROSIDING DEDIKASI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya mengelola keuangan dengan baik dikalangan pelajar. Perkembangan era digital dan budaya konsumtif di kalangan remaja saat ini menimbulkan tantangan serius terhadap pengelolaan keuangan pribadi sejak dini. Literasi finansial yang rendah dapat berdampak pada kesulitan perencanaan masa depan. Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan kelompok usia krusial yang mulai membentuk kebiasaan finansial jangan panjang, sehingga memerlukan intervensi edukatif yang terstruktur, khususnya mengenai kebiasaan menabung. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi finansial siswa-siswi SMP Islam Asysyakirin dan menanamkan kesadaran akan pentingnya menabung sebagai langkah awal perencanaan keuangan masa depan. Tujuan spesifiknya adalah memberikan pemahaman praktis mengenai konsep menabung, menyusun anggaran sederhana, dan mengidentifikasi tujuan finansial pribadi. PKM dilaksanakan melalui pelatihan dan lokakarya interaktif yang melibatkan materi presentasi, ice breaking untuk melatih konsentrasi siswa, studi kasus kehidupan seharihari, dan simulasi perhitungan menabung. Sasaran utama adalah siswa-siswi SMP Asysyakirin kelas VII. Diharapkan kegiatan ini menunjukan peningkatan signifikan pada skor pemahaman siswa tentang konsep menabung dengan metode 50-30-20. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terbentuknya remaja siap finansial dengan menumbuhkan kebiasaan menabung yang konsisten pada siswa siswi SMP Asysyakirin, yang akan menjadi pondasi kuat bagi kemandirian dan perencanaan keuangan mereka di masa depan.