Penelitian ini didasarkan pada masalah belum optimalnya kemampuan membaca pemahaman peserta didik pada saat proses pelaksanaan pembelajaran di kelas sehingga berdampak pada hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan model Read, Answer, Discuss, Explain, Create untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Dilaksanakan dua siklus, dimana siklus I terdiri dari 2 kali pertemuan dan siklus II terdiri dari 1 kali pertemuan. Penelitian tindakan kelas meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik. Data dari penelitian diperoleh dari penilaian Modul Ajar, proses pelaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada: a) Modul Ajar siklus I dengan rata-rata 87,48% (baik) dan siklus II 95,83% (sangat baik), b) Aktivitas guru pada pelaksanaan siklus I dengan rata-rata 78,57% (cukup) dan siklus II 92,85% (sangat baik), sedangkan aktivitas peserta didik pada pelaksanaan siklus I dengan rata-rata 76,78% (cukup), dan siklus II 92,85% (sangat baik), c) Penilaian terhadap kemampuan membaca pemahaman peserta didik pada siklus I dengan rata-rata 72,79% dan meningkat pada siklus II menjadi 85,24%. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa dengan model Read, Answer, Discuss, Explain, Create dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik pada pembelaajaran Bahasa Indonesia.