Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN ESTETIKA PADA FASAD BANGUNAN STASIUN (Studi Kasus : Stasiun Bogor) Mahfud, Bay; Rahayu, Tuntun
Jurnal Ilmiah Arjouna: Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana Vol 6 No 1 (2022): ARJOUNA : Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana
Publisher : Universitas Krisnadwipayana, Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/jia.v6i1.720

Abstract

train station is a train operating facility or a place where trains stop regularly to pick up and drop off passengers or load and unload goods. Aesthetics comes from the Greek, aisthetica and aisthesis. Aesthetica are things that can be perceived or absorbed by the five senses, while aisthesis is sensory absorption or sensory perception. The facade or front of the building is the part that separates the outside and inside areas of the building, and serves as a differentiator between buildings that have the same function or not. In this study, the method used is descriptive qualitative method. the writer who becomes an instrument in research and analysis is carried out continuously from the beginning of the research to data analysis. In this research, it can be concluded that the Bogor Station Building applies forming elements to the facade including the entrance gate, ground floor zone, windows and entrances, guardrails, roofs and ornaments on the building and have facade aesthetic values by considering the layout, geometry, proportion, symmetry, rhythm (rhythm) and scale so as to produce a facade that has a 'feel'.
KAJIAN ESTETIKA PADA FASAD BANGUNAN STASIUN: (Studi Kasus : Stasiun Bogor) Muktiono, Ayub; Mahfud, Bay
Jurnal Ilmiah Arjouna: Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah ARJOUNA
Publisher : Universitas Krisnadwipayana, Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun kereta api adalah fasilitas operasi kereta api atau tempat kereta api berhenti secara teratur untuk menaikturunkan penumpang atau membongkar-muat barang. Estetika berasal dari Bahasa Yunani, aisthetica dan aisthesis. Aesthetica adalah hal-hal yang dapat dipersepsi atau diserap oleh pancaindera, sementara aisthesis adalah penyerapan indera atau persepsi inderawi. Fasad atau muka bangunan merupakan bagian yang memisahkan area luar dan dalam bangunan, serta berperan sebagai pembeda antara bangunan yang memiliki fungsi yang sama maupun tidak. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. penulis yang menjadi instrumen pada penelitian dan analisis dilakukan secara terus menerus dari awal penelitian hingga analisis data. penelitian ini bisa di ambil kesimpulan bahwa Bangunan Stasiun Bogor menerapkan Elemen-elemen pembentukan pada fasad diantaranya gerbang pintu masuk, Zona Lantai dasar, Jendela dan pintu masuk, pagar pembatas, atap dan ornamen pada bangunan dan memiliki nilai nilai estetika fasad dengan mempertimbangkan tata letak, geometri, proporsi, simetri, irama (ritme) dan skala sehingga menghasilkan fasad yang memiliki ‘rasa’.