ABSTRACT Jambi Province is one of the regions in Indonesia with a fairly extensive peat forest area, spread across several districts, including Muaro Jambi Regency and Tanjung Jabung Timur Regency. In recent years, the peat swamp forests in this area have experienced degradation, primarily due to land fires. One important conservation area is the Orang Kayo Hitam Grand Forest Park, which is dominated by a peat swamp forest ecosystem with high plant diversity. The main problem faced is the decline in peat soil quality after the fire, which impacts the success of rehabilitation activities. This study aims to evaluate the status of soil fertility and land suitability for the growth of swamp jelutung on post-fire peatlands. The results show that the soil fertility status at the study site is still quite good, but there are main limiting factors in the form of nutrient retention and low potassium availability. Under these conditions, the current land suitability class is quite suitable (S2) and can be improved to very suitable (S1) with moderate management by adding 150-200 g of dolomite per planting hole to increase soil pH and adding 180.34 g of KCl single fertilizer per planting hole for peat soil with a BV of 0.2. Keywords: land suitability, peatland, jelutung rawa ABSTRAK Provinsi Jambi merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kawasan hutan gambut cukup luas, tersebar di beberapa kabupaten, salah satunya Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Beberapa tahun terakhir, hutan rawa gambut di kawasan ini mengalami degradasi terutama akibat kebakaran lahan. Salah satu kawasan konservasi penting adalah Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam yang didominasi oleh ekosistem hutan rawa gambut dengan keanekaragaman tumbuhan tinggi. Permasalahan utama yang dihadapi adalah penurunan kualitas tanah gambut pasca kebakaran yang berdampak pada keberhasilan kegiatan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status kesuburan tanah dan kesesuaian lahan terhadap pertumbuhan jelutung rawa pada lahan gambut pasca kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesuburan tanah di lokasi penelitian masih tergolong cukup baik, namun terdapat faktor pembatas utama berupa retensi hara dan ketersediaan unsur kalium yang rendah. Kondisi tersebut, kelas kesesuaian lahan saat ini cukup sesuai (S2) dan dapat ditingkatkan menjadi sangat sesuai (S1) dengan pengelolaan sedang melalui penambahan dolomit 150 - 200 g per lubang tanam untuk meningkatkan pH tanah serta penambahan pupuk tunggal KCl sebanyak 180,34 g per lubang tanam untuk tanah gambut dengan BV 0,2. Kata kunci: kesesuaian lahan, lahan gambut, jelutung rawa