Husain, Waqar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Levels of Joy in Muslims’ Celebrations: A Comparison between Eid and Weddings Husain, Waqar; Zahoor, Kiren; Ijaz, Farrukh
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 23, No 2 (2021): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v23i2.14084

Abstract

The current study intended to analyze the levels of joy in religious festivals. It involved 387 Pakistani Muslims including men (n=143) and women (n=282). Data was collected through a specifically developed questionnaire in Urdu. The findings revealed that Pakistani Muslims enjoy their festivals at a very low degree and the levels of joy in Eid-ul-Fitr and Eid-ul-Adha remains significantly lower than the levels of joy in weddings.  The level of joy for Pakistanis during different festivals could not exceed 31 percent. The findings further revealed that, instead of being joyous, a little minority of the respondents felt sadness and tiredness while celebrating different festivals. Men had significantly higher levels of joy on Eid-Ul-Fitr and Eid-Ul-Adha as compared to women. Women had significantly higher levels of joy on close-relative’s wedding as compared to men. Unmarried had significantly higher levels of joy on friend’s wedding as compared to married.  Kajian kali ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keceriaan pada hari raya keagamaan. Ini melibatkan 387 Muslim Pakistan termasuk pria (n=143) dan wanita (n=282). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dikembangkan secara khusus dalam bahasa Urdu. Temuan mengungkapkan bahwa Muslim Pakistan menikmati festival mereka pada tingkat yang sangat rendah dan tingkat kegembiraan di Idul Fitri dan Idul Adha tetap jauh lebih rendah daripada tingkat kegembiraan dalam pernikahan. Tingkat kegembiraan orang Pakistan selama festival yang berbeda tidak bisa melebihi 31 persen. Temuan lebih lanjut mengungkapkan bahwa, alih-alih gembira, sebagian kecil responden merasakan kesedihan dan kelelahan saat merayakan festival yang berbeda. Pria memiliki tingkat kegembiraan yang jauh lebih tinggi pada Idul Fitri dan Idul Adha dibandingkan dengan wanita. Wanita memiliki tingkat kegembiraan yang jauh lebih tinggi pada pernikahan kerabat dekat dibandingkan dengan pria. Belum menikah memiliki tingkat kegembiraan yang jauh lebih tinggi pada pernikahan teman dibandingkan dengan menikah.
Cultural Impact on Islamic Matrimonial Beliefs: A Comparison between Pakistan and Qatar Husain, Waqar; Usman, Umaima
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 24, No 2 (2022): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v24i2.17721

Abstract

People from distinct cultural backgrounds practice Islam. The general impact of culture over religion, including Islam, has been well documented. The current study specifically focused on marriage-related Islamic beliefs and intended to analyze the impact of culture in this regard by comparing Pakistani and Qatari Muslims. The study involved 519 participants from Pakistan and Qatar. A specific questionnaire was designed for the current study in Urdu and Arabic. It comprised 26 items and covered various Islamic matrimonial beliefs. The findings revealed that the marital beliefs of Qatari Muslims were significantly closer to the authentic Islamic beliefs than those of Pakistani Muslims. The current study's findings reflected the impact of indigenous culture on the marriage-related beliefs of Pakistani Muslims. Islam diamalkan oleh orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda. Kesan umum budaya terhadap agama, termasuk Islam, telah didokumentasikan dengan baik. Kajian ini secara khusus memberi tumpuan kepada kepercayaan Islam berkaitan perkawinan dan bertujuan untuk menganalisis kesan budaya dalam hal ini dengan membandingkan Muslim Pakistan dan Qatar. Kajian itu melibatkan 519 peserta dari Pakistan dan Qatar. Suatu angket khusus telah dirancang untuk kajian ini dalam bahasa Urdu dan Arab. Angket tersebut mengandung 26 butir dan merangkum pelbagai kepercayaan perkawinan Islam. Hasil menunjukkan bahwa kepercayaan perkawinan orang Islam Qatar lebih dekat dengan kepercayaan Islam tulen berbanding dengan kepercayaan orang Islam Pakistan. Temuan penelitian ini mencerminkan kesan budaya orang asli terhadap kepercayaan berkaitan perkawinan orang Islam Pakistan.