Akurasi data ikan hasil tangkapan berperan penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keakuratan data produksi perikanan tangkap, mengetahui mekanisme pendataannya dan untuk mengetahui dampak dari ketidakakuratan data produksi perikanan tangkap terhadap kehilangan potensi pendapatan asli daerah di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Metode penelitian ini yaitu Studi Kasus, mekanisme pendataan produksi perikanan tangkap dianalisis dengan deskriptif kuantitatif sedangkan keakuratan data produksi perikanan tangkap dan dampak perbedaan data nilai produksi perikanan tangkap di analisis secara matematis. Materi yang digunakan adalah data volume dan nilai produksi perikanan tangkap yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan Ulu Siau Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro pada tahun 2019 – 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata – rata Penyimpangan Data perikanan tangkap 76,92% dan rata – rata Tingkat Keakuratan Data dari tahun 2019-2021 yaitu 23,08%. Hal ini menunjukan bahwa dalam tiga tahun terahir data produksi yang dirilis Pemerintah Daerah dan menjadi data rujukan Pemerintah Pusat sangat tidak akurat karena tidak sampai 95% tingkat keakuratan datanya (TKD) The accuracy of capture fisheries production data plays an important role in fisheries resource management. This research aims to determine the accuracy of capture fisheries production data, knowing the data collection mechanism and to knowing the impact of inaccurate capture fisheries production data on the loss of potential local revenue in the Siau Tagulandang Biaro Islands Regency. This research method is a case study, the mechanism of data collection of capture fisheries production is analysed by descriptive quantitative analysis while the accuracy of capture fisheries production data and the impact of differences in capture fisheries production value data are analysed mathematically. The material used is data on the volume and value of capture fisheries production landed at the Ulu Siau Fish Auction Site, Siau Tagulandang Biaro Islands Regency in 2019 - 2021. The results showed that the average deviation of capture fisheries data was 76.92% and the average level of data accuracy from 2019-2021 was 23.08%. This shows that in the last three years the production data released by the Regional Government and became the reference data for the Central Government is very inaccurate because it does not reach 95% of the data accuracy level (DAL)