Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan work-life balance terhadap turnover intention dengan mediasi stres kerja pada karyawan PT. Bestprofit Futures Malang. Turnover intention merupakan fenomena yang dapat berdampak negatif bagi perusahaan, terutama jika karyawan yang keluar memiliki keterampilan dan pengalaman yang berharga. Faktor-faktor seperti beban kerja yang tinggi dan ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi sering kali dikaitkan dengan peningkatan stres kerja, yang pada akhirnya dapat mendorong karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan PT. Bestprofit Futures Malang. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik dengan pendekatan regresi dan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja tidak berpengaruh langsung terhadap turnover intention, tetapi memiliki pengaruh positif terhadap stres kerja. Sebaliknya, work-life balance tidak berpengaruh langsung terhadap turnover intention, tetapi memiliki pengaruh negatif terhadap stres kerja. Selain itu, stres kerja terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap turnover intention dan menjadi variabel mediasi antara beban kerja dan work-life balance terhadap turnover intention. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu menerapkan strategi untuk mengelola stres kerja karyawan, seperti menyediakan program manajemen stres, memperbaiki komunikasi antara manajemen dan karyawan, serta menerapkan kebijakan fleksibilitas kerja. Langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi tingkat stres kerja dan menekan turnover intention di perusahaan