Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEJARAH PERKEMBANGAN DINASTI MAMLUK DI MESIR Aas Safinatun Najah; Aramahwada; Nur Fajar; Ahmad Maftuh Sujana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinasti Mamluk di Mesir (1250–1517) merupakan salah satu kekuatan militer dan politik terpenting dalam sejarah dunia Islam. Dinasti ini terbagi menjadi dua periode utama: Mamluk Bahri (1250–1382) yang didominasi oleh etnis Turki Kipchak dan Mamluk Burji (1382–1517) yang mayoritasnya berasal dari etnis Circassia. Mamluk berhasil menggulingkan Dinasti Ayyubiyah dan mempertahankan Mesir dari ancaman eksternal, termasuk serangan Mongol dan Tentara Salib. Mereka memainkan peran kunci dalam perdagangan internasional, terutama sebagai perantara jalur dagang antara Timur dan Barat. Selain itu, Dinasti Mamluk dikenal sebagai pelindung Islam dan pusat kebudayaan, dengan kontribusi besar dalam arsitektur, seni, dan ilmu pengetahuan. Namun, kemunduran ekonomi, ketidakstabilan politik, serta ekspansi Kesultanan Utsmaniyah menyebabkan kejatuhan mereka pada tahun 1517 setelah kekalahan dalam Pertempuran Ridaniya.
SEJARAH TRADISI NADRAN DI KARANGANTU: ASAL-USUL DAN PERKEMBANGANNYA Aas Safinatun Najah; Ahmad Maftuh Sujana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Nadran di Karangantu merupakan warisan budaya yang sangat bersejarah dan religius bagi masyarakat pesisir Banten. Penelitian ini bertujuan menelusuri asal-usul tradisi Nadran, memahami makna simbolisnya, dan menganalisis perkembangan praktiknya dari waktu ke waktu. Metode yang digunakan meliputi sejarah lisan dan studi dokumenter dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nadran awalnya berkembang sebagai ungkapan syukur masyarakat nelayan atas hasil laut dan keselamatan selama perjalanan, yang kemudian dikombinasikan dengan nilai-nilai Islam. Seiring waktu, praktik Nadran mengalami perubahan, baik dalam bentuk upacara, ritus, maupun partisipasi masyarakat, terutama sejak 2023, ketika pelaksanaan tradisi ini mulai menurun. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika pelestarian budaya lokal dan peran tradisi dalam kehidupan sosial masyarakat pesisir.