Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TREN KONSUMSI DIGITAL DIKALANGAN REMAJA Neza Sevila; Ririn Ayu Ningsih; M. Alif Miftahul Huda; Anas Malik M.E.Sy
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam dua dekade terakhir telah memicu terjadinya transformasi signifikan dalam pola konsumsi masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Remaja, sebagai generasi digital native, merupakan kelompok yang paling adaptif terhadap perubahan digital dan secara aktif mengakses serta mengonsumsi berbagai bentuk konten digital melalui beragam platform. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tren konsumsi digital di kalangan remaja, baik dari aspek jenis konten yang dikonsumsi, frekuensi dan intensitas penggunaan, pilihan platform, serta dampaknya terhadap aspek sosial, psikologis, dan pendidikan. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden remaja berusia antara 13 hingga 19 tahun dari berbagai latar belakang sosial dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube merupakan platform yang paling dominan digunakan, dengan rata-rata durasi penggunaan harian berkisar antara 4 hingga 6 jam. Konten hiburan, gaya hidup, dan permainan digital menjadi jenis konten yang paling populer, sedangkan konten edukatif masih berada pada proporsi yang relatif kecil. Penelitian juga mengungkap adanya pengaruh konsumsi digital terhadap kondisi psikologis remaja, termasuk munculnya kecenderungan kecemasan, gangguan pola tidur, serta penurunan intensitas interaksi sosial secara langsung. Di sisi lain, konsumsi digital juga membuka peluang positif dalam bentuk peningkatan akses informasi, pengembangan kreativitas, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendampingan yang komprehensif, mencakup peningkatan literasi digital, keterlibatan orang tua dan lembaga pendidikan, serta kebijakan perlindungan digital yang berpihak pada pengembangan remaja secara sehat dan seimbang dalam ekosistem digital yang terus berkembang.