Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA ISLAM INDONESIA: PERGESERAN PARADIGMA DARI ORDE LAMA HINGGA ERA REFORMASI Siti Munawaroh; Shelsie Amalia Putri; Zahroni Zahroni; Ahmad Maftuh Sujana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika Islam di Indonesia mengalami perubahan signifikan dari Orde Lama hingga Era Reformasi, mencerminkan perjalanan kompleks dalam konteks sosial-politik. Pada masa Orde Lama (1945-1966), umat Islam terlibat aktif dalam perdebatan ideologis mengenai dasar negara, meskipun mereka menghadapi marginalisasi politik yang signifikan. Partai-partai Islam dibatasi, dan banyak tokoh penting ditangkap, yang mengakibatkan terbatasnya ruang bagi suara Islam dalam politik. Selanjutnya, pada era Orde Baru (1966-1998) di bawah kepemimpinan Soeharto, pemerintah menerapkan strategi depolitikasi Islam untuk menjaga stabilitas politik, yang mengakibatkan kontrol ketat terhadap ekspresi keagamaan. Organisasi moderat seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama sering diabaikan, dan kebijakan seperti pelarangan hijab di sekolah-sekolah umum pada tahun 1980-an memicu pembentukan kelompok advokasi seperti Wahdah Islamiyah. Namun, setelah Reformasi 1998, umat Islam mendapatkan kebebasan untuk mengekspresikan keyakinan mereka dan berpartisipasi dalam politik. Munculnya partai-partai politik Islam dan organisasi yang memperjuangkan penerapan syariat Islam mencerminkan perubahan paradigma menuju keterlibatan aktif dalam kebijakan publik. Meskipun demikian, era ini juga menyaksikan kebangkitan kelompok radikal yang memanfaatkan kebebasan baru untuk mempromosikan agenda ekstrem, yang menantang identitas nasional dan kohesi sosial. Oleh karena itu, penting untuk mengedepankan pendidikan multikultural guna membangun persatuan dan mengurangi konflik dalam masyarakat Indonesia yang beragam, serta menyeimbangkan antara konservatisme dan moderasi dalam pemikiran Islam.
RUWETAN LAUT DI TANJUNG KAIT: TRADISI SEDEKAH LAUT MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR TANGERANG, BANTEN Shelsie Amalia Putri; Achmad Maftuh Sujana; Aisyah Zahratunnisa; Zahroni Zahroni
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi ruwetan laut atau sedekah laut yang dilakukan oleh masyarakat nelayan di Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat nelayan atas hasil tangkapan laut yang mereka peroleh sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi ruwetan laut, menganalisis makna dan fungsi sosial-religius yang terkandung di dalamnya, serta mengidentifikasi tantangan pelestarian tradisi di era modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi langsung, wawancara mendalam dengan para pelaku tradisi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ruwetan laut di Tanjung Kait telah mengalami akulturasi antara kepercayaan lokal dengan nilai-nilai Islam, tercermin dari prosesi yang diawali dengan tahlilan dan doa-doa Islami. Tradisi ini memiliki fungsi penting dalam memperkuat kohesi sosial masyarakat melalui semangat gotong royong dan kebersamaan. Namun, tradisi ini menghadapi tantangan berupa berkurangnya partisipasi generasi muda akibat urbanisasi dan perubahan orientasi mata pencaharian. Upaya pelestarian perlu dilakukan melalui pendekatan yang melibatkan generasi muda dan dukungan pemerintah daerah tanpa mengubah esensi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi ini.