This Author published in this journals
All Journal Media Bina Ilmiah
Prayoga Fajar Setyawan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KRITERIA MISKIN SEBAGAI MUSTAHIK ZAKAT : STUDI KOMPARASI REGULASI DI INDONESIA DAN FIKIH Prayoga Fajar Setyawan; Suwandi, Suwandi; Burhanuddin Susmanto
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 9: April 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Intellectual Capital, Human Capital Permasalahan yang muncul dalam praksis pengelolaan zakat di Indonesia adalah bagaimana menentukan kriteria objektif seseorang dapat dikategorikan sebagai miskin dan berhak menerima zakat. Tujuan untuk menganalisis perbedaan dan titik temu dalam penentuan kriteria miskin sebagai mustahik zakat. Kajian ini penting untuk memperkuat landasan normatif dan praktis dalam distribusi zakat yang berkeadilan dan tepat sasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-komparatif. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk menggali makna, konsep, serta implikasi kriteria miskin sebagai mustahik zakat dalam dua perspektif yang berbeda, yaitu fikih Islam dan regulasi formal di Indonesia.hasil dari penelitian ini adalah kriteria untuk menentukan golongan fakir miskin, baik menurut regulasi nasional maupun dalam perspektif fikih, memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Pendekatan administratif negara menawarkan alat ukur yang jelas dan operasional, sementara fikih memberikan dasar moral dan fleksibilitas untuk menangani beragam kondisi sosial. Oleh karena itu, kolaborasi antara regulasi negara dan prinsip-prinsip agama sangat penting untuk menciptakan kebijakan sosial yang holistik, adil, dan manusiawi. Di Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sinergi antara kebijakan nasional dan fikih dapat menjadi landasan yang kuat dalam upaya mengatasi kemiskinan secara berkelanjutan