Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN KB (KELUARGA BERENCANA) PADA USIA PRODUKTIF DI LINGKUNGAN I DESA SIMIRIK KOTA PADANGSIDIMPUAN mei, adelina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang utama bagi wanita. Keluarga Berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mengatur jarak kelahiran, dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. Usia produktif perempuan pada umumnya adalah 15-49 tahun. Maka dari itu perempuan atau pasangan usia subur ini lebih diprioritaskan untuk menggunakan kontrasepsi atau cara KB Tujuan pengabdian untuk Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran usia produktif tentang KB (keluarga berencana). Bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu penyuluhan kesehtan tentang KB (keluarga berencana). Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan berjalan dengan baik oleh usia produktif , kegiatan tampak antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan kesehtan tentang KB (Keluarga Berencana) . Hal ini dibuktikan dengan antusias usia produktif menjalankan kegiatan dengan teratur dan tertib juga mendengarkan penyuluhan tentang KB (Keluarga Berencana) menempel spanduk dan foto bersama oleh panitia kegiatan dan usia produktif. Family Planning (KB) is one of the main preventive health services for women. Family Planning is an action that helps married couples to avoid unwanted births, regulate birth spacing, and determine the number of children in the family. The productive age of women in general is 15-49 years. Therefore, women or couples of childbearing age are prioritized to use contraception or family planning methods. The purpose of service is to increase knowledge and awareness of productive age about family planning (KB). The form of activity carried out is health counseling about family planning (KB). The counseling activities carried out went well for the productive age, the activities seemed enthusiastic in participating in the health counseling activities on family planning (KB) . This is evidenced by the enthusiasm of productive age in carrying out activities in an orderly and orderly manner as well as listening to counseling about KB (Family Planning) sticking banners and taking photos together by the activity committee and productive age.
PENGARUH PEMBERIAN CINCAU HIJAU TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA HUTA TONGA mei, adelina
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i2.566

Abstract

Hipertensi sering ditemukan pada lansia dan biasanya tekanan sistoliknya yang meningkat. Upaya pengobatan hipertensi secara tradisional dapat dilakukan dengan konsumsi cincau hijau. Kasus hipertensi pada lansia ditemukan sebesar 185.857 jiwa di Indonesia, dan sebesar 55 orang di desa huta Tonga. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Cincau Hijau Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Desa Huta Tonga. Metode menggunakan desain quasi eksperimen. Dengan rancangan one grup pretest-postest. Populasi penelitian yaitu lansia penderita hipertensi sebanyak 55 orang. Sampel penelitian sebanyak 17 orang menggunakan tehnik consecutive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu wilcoxon dengan derajat signifikan (p<0.05). Hasil penelitian diperoleh nilai P-value (0.000). Hasil penelitiaan rata-rata MAP tekanan darah lansia sebelum adalah 121 mmHg (Stadium 2) dan setelah perlakuan adalah 115 mmHg (Stadium 1), Sehingga ada selisih 6 mmHg. Maka terdapat pengaruh pemberian cincau hijau terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Sehingga responden lebih aktif dan termotivasi untuk melakukan cara pencegahan hipertensi dengan pemberian Cincau hijau. Hypertension is common found for the elderly and it is caused by the increasing of systolic pressure. One tradition health-effort on this condition is having gress jelly-green. The case of elderly with hypertension is about 185.857 people in indonesian, and there are 55 people in desa huta tonga. The aims of this research is to know the effect of giving grass jelly-green toward decreasing blood pressure for the elderly with hypertension in desa huta tonga. Then this research uses quasi eksperimen design to cover methodof the research with one group pretest-posttest. The population belongs to the elderly with hipertension about 55 people. The sample is taken about 17 people with consecutive sampling. Then the statistical test is gained with willcoxon test on significant degree (p<0.05). the result is gained about p-value (0.000). the other result, the MAP of blood preesure of the elderly previously is about 121 mmHg stadium 2 then they get 115 mmHg stadium 1 after having the experiment. Thus, there is 6 point of difference. By having that, itcan besaid that there is an effect of giving grass jelly-green toward decreasing blood pressure for the elderly with hipertension. The suggestion, the hipertension sufferers should have more motivation and be active in checking their condition, especially havean effort to decreasethe hypertension with having thegrass jellu-green.