Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Descriptive Analysis of Parasocial Interactions of Korean-Pop Fans on Indonesian Social Media esa perdana, kiki
Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 5 (2023): September 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/modern.v2i5.5523

Abstract

Since kim young sam’s government, South Korea has undergone a massive expansion in the field of culture. The Korean wave is one of their cultural products that entered Indonesians. Many Korean popular culture are consumed by many indonesians, one of which is pop or korean-pop music. By seeing this situations, the researcher is interested in the studying the pattern of interaction between them, especially their parasocial interactions on social media. Social media itself can be effective medium because it has no place or time limitation. The results of this study indicate that the parasocial interactions they carry out is still carried out with asense of pride, eventough they know the idol does not respond back and does not even know about interaction experimence they are having. This research uses the desriptive analysis method because it wants to desribe somrthing more clearly
Komunikasi Politik Populis dalam Kontestasi Elektoral: Studi Kasus Kampanye Pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Hermawan pada Pilgub Jawa Barat Esa Perdana, Kiki
Jurnal Komunikasi Dialogis Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Komunikasi Dialogis
Publisher : Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/jkd.v1i1.956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik populis yang digunakan oleh pasangan calon Dedi Mulyadi dan Erwan Hermawan dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Sebagai provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak di Indonesia, Jawa Barat menjadi arena politik yang strategis, terutama dengan dominasi pemilih muda yang mencapai lebih dari 30% dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT). Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menelaah bagaimana pasangan calon membangun citra populis melalui retorika pro-rakyat, penggunaan bahasa sederhana, serta pemanfaatan media sosial sebagai kanal utama komunikasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi populis yang diterapkan tidak hanya berfungsi sebagai alat persuasi, tetapi juga sebagai mekanisme untuk membentuk kedekatan emosional dengan pemilih muda. Kampanye digital yang interaktif, visual yang estetik, serta isu-isu yang relevan dengan identitas dan aspirasi generasi muda menjadi elemen penting dalam membangun resonansi politik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan metode pengumpulan dengan wawancara, observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa komunikasi politik populis merupakan strategi efektif dalam kontestasi elektoral di era digital, khususnya dalam menjangkau segmen pemilih muda yang semakin menentukan arah politik lokal dan nasional.