Annyori merujuk pada tradisi tukar menukar hadiah yang biasa disebut dengan Panyyori (gift giving). Hubungan timbal balik pemberian hadiah bukanlah sesuatu yang dianggap gratis tanpa pengembalian. Pada dasarnya pemberian hadiah seharusnya dilakukan secara sukarela, tetapi dalam kenyataannya semuanya dibayar kembali berupa kewajibkan yang harus dipenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesripsikan Perspektif masyarakat terhadap Resiprositas dalam tradisi annyori pada masyarakat serta dampaknya di Desa Borongkaramasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.Pendekatan dalam penelitian ini ialah kualitatif deskriptif. Jumlah informan dalam penelitan ini sebanyak 11 orang yang ditentukan melalui tehnik Purposive Sampling dengan kriteria informan yaitu: 1) Pernah mengadakan pesta, 2) Pernah mengikuti tradisi annyori yang terdiri dari: a. Pemerintah setempat; b.Tokoh adat; c.Generasi Muda; d. Masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Perspektif masyarakat terhadap resiprositas dalam tradisi annyori pada masyarakat di Desa Borongkaramasa, Kecamatan Palllangga, Kabupaten Gowa yaitu: Masyarakat memaknai bahwa pemberian atau sumbangan yang diberikan dalam tradisi annyori sebagai hutang yang wajib untuk dikembalikan sesuai dengan nominal yang sama, masyarakat beranggapan bahwa mereka berpartisipasi dalam tradisi annyori karena ingin memperoleh manfaat atau dukungan jika suatu saat nanti mereka mengadakan pesta. 2) Dampak resiprositas dalam tradisi annyori pada masyarakat di Desa Borongkaramasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa yaitu: a. dampak sosial, tradisi ini dapat mempererat hubungan sosial yang ada di masyarakat namun di satu sisi tradisi ini juga dapat memperburuk hubungan jika pemberian tidak sesuai dengan ekspektasi tuan rumah,b. dampak ekonomi, bagi si pemilik hajat tradisi ini sangat membantu meringankan beban tuan rumah, namun i satu sisi sebagai pemberi sumbangan atau tamu tradisi ini dapat menjadi beban ekonomi bagi masyarakat apalagi harus mengembalikan dengan jumlah yang banyak.