Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN NYERI PADA LANSIA GOUT ARTRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WUASA luh ayu sintia, ni
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1643

Abstract

Latar belakang : Gout artritis atau biasanya di sebut dengan asam urat merupakan sebuah kondisi Kesehatan yang ditandai dengan serangan tiba-tiba dan berulang akibat penumpukan kristal monosodium dalam sendi. Studi pendahuluan menjelaskan bahwa lansia mengalami kesulitan dalam beraktivitas sehari-hari dikarenakan rasa nyeri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kejadian nyeri pada lansia gout artritis di wilayah kerja puskesmas wuasa. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang memiliki riwayat gout artritis di wilayah kerja puskesmas wuasa yang berjumlah 42 lansia, dengan tehnik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian : Hasil penelitian dari 42 responden terdapat 8 orang responden yang memiliki kategori aktivitas fisik sedang (19,0%) dengan kategori nyeri berat sebanyak 6 orang responden (14,3%), kategori nyeri sedang sebanyak 2 responden (4,8%). Selanjutnya dari 34 responden yang memiliki kategori aktivitas fisik rendah dengan kategori nyeri sedang sebanyak 26 orang responden (61,9%) dan yang memiliki kategori nyeri berat sebanyak 8 orang responden (19,0%). Hasil uji statistik Fisher exact tes diperoleh p value adalah 0,01 (< 0,05) Simpulannya : Ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian nyeri pada lansia gout artritis di wilayah kerja puskesmas wuasa. Saran : Bagi masyarakat secara khusus lansia yang memiliki riwayat gout artritis untuk lebih menjaga gaya hidup agar terhindar dari komplikasi yang di timbulkan dari adanya peningkatan kadar asam urat dalam darah dengan lebih aktif mengikuti posyandu lansia. Kata Kunci : Aktivitas fisik, Nyeri, Gout artritis, Lansia