Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENJADWALAN WAKTU DAN BIAYA DENGAN METODE CRITICAL PATH METHOD (CPM) DAN TIME COST TRADE OFF PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH KOST PAMULANG TANGERANG SELATAN Slamat, Ahmad Ramadhan; Tota Pirdo Kasih; Alfian Destha Joanda; Eva Novianti
INDUSTRIKRISNA Vol 13 No 2 (2024): INDUSTRIKRISNA
Publisher : Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/industrikrisna.v14i2.637

Abstract

Pembangunan rumah kost di berbagai wilayah di Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur pendidikan seperti pembangunan gedung universitas yang mengakibatkan meningkatnya masyarakat pendatang. Dalam melakukan proyek pembangunan perlu adanya manajemen proyek guna membantu merencanakan, melaksanakan dan melakukan pengendalian proyek dalam bentuk pengawasan untuk meminimalisir adanya resiko dari segi waktu dan biaya. Permasalahan yang umum terjadi yaitu adanya keterlambatan proyek yang disebabkan akibat kurang tepatnya dalam proses perencanaan sehingga hal tersebut berdampak pada biaya yang dikeluarkan. Penulisan ini bertujuan untuk melakukan analisis pengoptimalan pekerjaan pembangunan rumah kost di kecamatan Pamulang Tanggerang Selatan dengan menggunakan metode Critical Path Method untuk memperoleh jadwal dan penggunaan biaya yang optimal berdasarkan jalur kritis dan kemudian dilanjutkan dengan analisis Time Cost Trade off Analysis. Dari proses analisis diperoleh hasil bahwa jalur kritis dalam proyek pembangunan rumah kost yaitu berada pada kegiatan dengan kode A-B-C-E-F-H-K. Waktu penyelesaian proyek dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM) diperoleh selama 55 hari dan lebih cepat 7 hari dibandingkan dengan penjadwalan tanpa menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Untuk analisa pembiayaan dari aspek upah tenaga kerja diperoleh biaya normal sebesar Rp53.960.000 dengan waktu penyelesaian 62 hari, kemudian Rp64.275.000 selama 55 hari dengan menambah 1 jam lembur dan Rp61.110.000 selama 55 hari dengan menambah satu tenaga kerja. Dengan adanya penulisan ini diharapkan kedepannya manajemen proyek dapat dilakukan dengan baik agar tercapainya waktu dan biaya yang optimal dalam menyelesaikan proyek
INDONESIA LOGISTICS SECTOR REVIEW: PERFORMANCE, CHALLENGES, AND FUTURE GROWTH Handy Bugiman; Tota Pirdo Kasih; Zheng Kai
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 1 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18486550

Abstract

This paper provides a comprehensive review of Indonesia's logistics sector, analyzing its performance, structural challenges, and strategic outlook through 2030. As the world's largest archipelago with a robust GDP growth of 5% in 2024, Indonesia possesses a resilient domestic market yet faces significant hurdles in logistics efficiency. The study highlights that Indonesia ranks 61st in the World Bank's Logistics Performance Index (LPI), lagging behind ASEAN peers due to critical bottlenecks in customs clearance and physical infrastructure. To address these issues, the sector is currently being reshaped by a "triad" of strategic policies: investment liberalization through the Omnibus Law, digitalization via the National Logistics Ecosystem (NLE), and improved maritime connectivity through the Sea Toll program, which has successfully reduced regional price disparities from 14.2% to 10.25%. Furthermore, the paper projects a transformative shift toward a green and decentralized supply chain, driven by the implementation of the B50 biodiesel roadmap, a 49% growth in the domestic electric vehicle market, and the relocation of the capital to Nusantara (IKN). The findings conclude that while high logistics costs persist, the convergence of infrastructure continuity and digital reform is positioning Indonesia to evolve from a fragmented market into a pivotal maritime logistics hub.