Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Kadar Albumin pada Pasien Tuberkulosis Paru yang Menjalani Terapi Obat Anti Tuberkulosis (Oat) di Puskesmas Sidomulyo Kota Samarinda: Description Of Albumin Levels In Pulmonary Tuberculosis Patients Undergoing Anti-Tuberculosis Drug Therapy (Oat) At Sidomulyo Health Center, Samarinda Edyson, Winda Indrawati; Safitri, Maulida Julia; Rica, Fitriani Nur
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7645

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Rangkaian pengobatan tuberkulois yaitu dengan pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang dikonsumsi dalam jangka waktu 6 bulan. Konsumsi OAT menimbulkan berbagai macam efek samping, salah satunya ialah penurunan fungsi hati, OAT menimbulkan efek samping tidak nafsu makan hingga penurunan berat badan, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kadar albumin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kadar albumin pada serum pasien tuberkulosis yang mengkonsumsi OAT kategori 1 di Puskesmas Sidomulyo Kota Samarinda berdasarkan usia, jenis kelamin, dan lama pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan teknik total sampling sebanyak 20 sampel. Hasil penelitian didapatkan gambaran kadar albumin menurun sebesar 15% dan 75% memiliki kadar albumin normal. kadar albumin menurun sebanyak 10% pada usia produktif (15-64 tahun) dan 5% pada usia non produktif (>65 tahun), 10% pada jenis kelamin laki-laki dan 5% pada jenis kelamin perempuan, dan penurunan kadar albumin terjadi paling banyak pada fase intensif yakni sebesar 15%. Dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini pasien tuberkulosis paru yang mengkonsumsi OAT di dapatkan hasil kebanyakan dengan kadar albumin normal, dan penurunan kadar albumin paling banyak terjadi pada jenis kelamin laki-laki, usia produktif, dan fase intensif.