Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada abad ke-21 telah membawa dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk munculnya tantangan dan peluang baru dalam penguatan pendidikan karakter. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan lil ’Alamin (P2RA) ke dalam pembelajaran di madrasah, khususnya melalui peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi dinamika era digital. Tujuan penelitian adalah menganalisis strategi guru PAI dalam mengimplementasikan P5–P2RA, menguraikan proses internalisasi nilai karakter berdasarkan teori Thomas Lickona (moral knowing, moral feeling, moral action), serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi penerapannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan locus penelitian di MTs Nurul Islam melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI telah berupaya merancang pembelajaran berbasis nilai, namun masih menghadapi keterbatasan literasi digital, fasilitas teknologi, dan pengaruh negatif media sosial. Pembahasan mengungkapkan bahwa integrasi P5–P2RA dengan kerangka Lickona berpotensi efektif dalam memperkuat karakter moderat, toleran, dan rahmatan lil ’alamin. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter berbasis digital memerlukan strategi komprehensif yang melibatkan guru, orang tua, serta dukungan kelembagaan.