Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pemanggilan Tergugat Melalui Surat Tercatat Perspektif Maslahah di Pengadilan Agama Kendari Kelas 1 A Kamaruddin, Alfiyah Ulfa
KALOSARA: Family Law Review Vol. 4 No. 2 (2024): Kalosara: Family Law Review
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/kalosara.v4i2.8774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam implementasi pemanggilan tergugat melalui surat tercatat di Pengadilan Agama Kendari Kelas 1 A, Untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pengimplementasian pemanggilan tergugat melalui surat tercatat di Pengadilan Agama Kendari Kelas 1 A dan perspektif maslahah terhadap implementasi pemanggilan tergugat melalui surat tercatat dalam mewujudkan asas sederhana, cepat dan biaya ringan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi pada Ketua, Hakim, Panitera dan Juru Sita Pengadilan Agama Kendari Kelas 1 A. Data lalu dianalisis berdasarkan perspektif maslahah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Juru Sita akan mencetak dan menandatangani reelas kemudian Pos akan mengambil surat pemanggilan tersebut di Pengadilan Agama Kendari, serta pos akan membawa resi agar bisa langsung dibawa ke alamat rumah tergugat sebagaimana hasil MoU Pos dan Pengadilan Agama Kendari Pos. Kendala pemanggilan surat tercatat, antara lain: pengantaran pemanggilan dengan kurir yang berbeda-beda dan ketidaksesuaian aturan pengiriman Possameday. Menurut perspektif maslahah terhadap pemanggilan surat tercatat dalam mewujudkan asas sederhana, cepat dan biaya ringan, pemanggilan surat tercatat masuk dalam kategori maslahah mursalah sebagaimana surat tercatat memperhatikan asas maslahat/manfaatnya dalam menyelesaikan perkara, baik dari segi pelaksanaanya serta biaya pemanggilan yang lebih murah daripada pemanggilan manual di Pengadilan Agama Kendari. Adapun tingkat kebutuhan dan skala prioritasnya adalah kebutuhan sekunder (maslahah hajjiyat).