Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang bersifat endemic. Angka kejadian yang masih mengalami fluktuasi yang menyebabkan berbagai upaya penanggulangannya dilakukan. Satu diantaranya adalah program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dimana keberhasilan dari program ini diukur melalui pemantauan Angka Bebas Jentik (ABJ). Metode: Jenis penelitian adalah observational analitik dengan desain cross sectional dimana data yang dikumpulkan merupakan data sekunder dari UPK Puskesmas Perumnas 2 menggunakan total sampling. Hasil: Perhitungan statistik korelasi spearman didapatkan bahwa ABJ dan Kejadian DBD memiliki signifikansi hubungan 0,97, kekuatan hubungan 0,277. Arah hubungan korelasi - (negatif). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara ABJ dan kejadian DBD, kekuatan hubungan moderate dan korelasi negatif yang menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel berlawanan arah. Semakin tinggi ABJ maka semakin rendah kejadian DBD.