Latar Belakang: Masalah kesehatan akibat dari proses penuaan sering terjadi pada sistem kardiovaskuler dan yang paling umum yaitu penyakit hipertensi dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia. Dalam mewujudkan kesejahteraan lansia, pemerintah memfasilitasi kelompok lanjut usia dengan program Posyandu Lansia. Dalam pelaksanaannya, Posyandu Lansia kurang begitu dimanfaatkan oleh lansia sementara didapatkan angka laporan hipertensi tertinggi terjadi di wilayah kerja Puskesmas Pal Tiga Pontianak. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor-faktor sikap lansia, dukungan keluarga, pengetahuan, jarak akses, dan peran kader terhadap kunjungan lansia dengan hipertensi ke posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Pal Tiga. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan metode purposive sampling dengan pendekatan cross sectional. Sampel 51 orang dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling. Data diperoleh dari kuesioner dan untuk frekuensi kehadiran di posyandu dilihat dari KMS (Kartu Menuju Sehat) responden. Analisis pada penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil: Responden yang sering hadir berjumlah 17 orang (33.3%) dan yang tidak sering hadir 34 orang (66.7%). Hasil uji statistik menunjukkan faktor sikap lansia terhadap frekuensi kunjungan posyandu lansia memiliki nilai p value 0.05. Kesimpulan: Kurangnya motivasi berdampak pada perilaku dan sikap yang diambil sehingga ini menjadi penyebab yang mempengaruhi faktor sikap lansia terhadap kegiatan posyandu lansia. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Posyandu LansiaReferensi: 42 (1998-2021)