ABSTRAKLatar Belakang : Tingginya kasus tuberkulosis (TB) dan rendahnya angka capaian pengobatan yang salah satunya diakibatkan oleh kurangnya kepatuhan penderita tuberculosis dalam mengkonsumsi obat, sehingga menyebabkan pengobatan memakan waktu yang lebih lama. Selain itu, dapat menyebabkan terjadinya tuberculosis relaps (kambuh) yang dimana pasien tuberkulosis yang sudah dinyatakan sembuh, kembali di diagnosis tuberculosis. Dalam proses pengobatan pasien dengan tuberkulosis, dukungan keluarga memegang peran penting dalam kehidupan penderita tuberkulosis, karena dukungan keluarga dapat membuat penderita tuberkulosis berjuang untuk hidup, berfikir kedepan, dan menjadikan hidup lebih bermakna. Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis relaps (kambuh). Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini ialah total sampling, dengan jumlah sempel 53 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan lembar kuisioner yang terdiri dari kuisioner dukungan keluarga dan kuisioner kepatuhan minum obat. Uji statistik menggunakan uji Chi square. Hasil : Hasil uji Chi square didapatkan dengan persentase sebesar 28,3% diindikasikan memliki tingkat kepatuhan kurang baik dalam menjalani pengobatan. Berdasarkan hasil uji tersebut, didapatkan hasil akhir p value = 0,012 (0,05) Kesimpulan : Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis relaps di RSUD Dokter Soedarso Pontianak.