Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASI ONLINE DALAM RELATIONSHIP MARKETING : (STUDI KASUS PADA BISNIS NETWORK MARKETING PT HARMONI DINAMIK INDONESIA) Deviacita, Qisty Amanda; Kussusanti, Susanti
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 6 No 2 (2023): May
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v6i2.4904

Abstract

Kemunculan platform digital membawa perubahan signifikan dalam aktivitas komunikasi pemasaran, di mana pelaku bisnis semakin mudah menjangkau target pasarnya. Namun, di samping penggunaan teknologi digital ini, diperlukan upaya menjalin hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan. Salah satu bisnis yang menerapkan relationship marketing ini adalah bisnis network marketing. Pada dasarnya, bisnis ini merupakan bisnis yang di lakukan secara door to door. Namun kondisi COVID-19 membuat pelaku network marketing saat ini bertransformasi menjalankan fungsi komunikasi pemasarannya pada basis online. Riset tentang network marketing umumnya membahas mengenai motivasi dan strategi pemasaran yang digunakan dalam memasarkan bisnisnya. Namun, belum ditemukan riset yang secara khusus meneliti bagaimana komunikasi persuasi dalam relationship marketing menjadi suatu strategi komunikasi pemasaran dalam pemasaran jaringan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi persuasi dalam relationship marketing yang dilakukan oleh pelaku bisnis network marketing di dalam memasarkan bisnis di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada bisnis network marketing PT Harmoni Dinamik Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa relationship marketing dan taktik persuasif memiliki peran dalam menyebarkan informasi yang dapat membangun kedekatan serta memotivasi para member dalam bisnis network marketing. Enterpriser melakukan pemasaran melalui media sosial Instagram dengan pendekatan yang lebih soft melalui sharing, membangun bonding dan personal branding dengan memperlihatkan komunitas positif, serta mempersuasi dengan menggali ketakutan positif. Pemasaran melalui media sosial Instagram mempermudah percepatan bisnis dan menjangkau member.