Anton Tasijawa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Komunikasi Komisi Pemilihan Umum dalam sosialisasi Pemilu Tahun 2024 di Kota Mataram Anton Tasijawa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi komunikasi merupakan kombinasi terbaik mulai dari komunikator, pesan, saluran, penerima sampai pengaruh (efek) yang dirancang untuk mencapai tujuan komunikasi yang efektif Cangara (2013: 61). Peranan Komisi Pemilihan Umum Kota Mataram dalam sosialisasi pemilihan umum tahun 2024 sangat dibutuhkan agar masyarakat lebih memahami pentingnya menggunakan hak pilih. Strategi komunikasi yang digunakan selama ini belum berdampak signifikan untuk menekan angkat masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya, mengingat masih banyaknya masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan permasalah yang dikemukakan maka rencangan penelitian yang akan peneliti lakukan yakni terjum kelapangan untuk mencari data yang diperlukan oleh peneliti, strategi komnikasi KPU dalam mensosialisasikan pememilihan presiden dan wakil presiden dengan data KPU Kota Mataram yang nantinya akan dideskripsikan oleh peneliti. Jika ditinjau dari jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dimana data yang diperoleh dari lapangan. Oleh karena itu, peneliti menggunakan metode kualitatif yang bersifa deskriptif, yang menggunakan informan untuk menjadikan sumber iformasi peneliti. Berdasarkan analisis dan pembahasan mengenai strategi komunikasi Komisi Pemilihan Umum dalam sosialisasi pemilu tahun 2024 di Kota Mataram diperoleh hasil penelitian Strategi komunikasi KPU dalam sosialisasi yang digunakan ada 3 strategi yang diterapkan, pertama tatap muka, kedua melalui media massa cetak maupun elektronik, ketiga bekerjasama dengan ormasi atau organisasi kemahasiswaan. 10. Faktor pendukung dan penghambat strategi komunikasi KPU a. Beberapa faktor yang menjadi pendukung berjalannya sosialisasi diantaranya adalah; regulasi pemerintah baik dari Undang-undang maupun Peraturan KPU (PKPU). Selain itu KPU Kota Mataram sebagai instansi milik pemerintah juga menjadi faktor pendukung karena memiliki kredibilitas dan kepercayaan oleh masyarakat. b.Adapun faktor penghambat komunikasi adalah luasnya daerah kota mataram dengan jumlah SDM yang terbatas membuat KPU Kota Mataram kesulitan untuk menyebarkan informasi khususnya bagi masyarakat pedesaan yang memerlukan komunikasi tatap muka secara langsung. c.Implikasi strategi komunikasi KPU. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah strategi komunikasi KPU dalam melakukan sosialisasi memiliki pengaruh terhadap peningkatan partisipasi masyarakat. Sehingga terdapat hubungan baik antara strategi KPU dengan efektifitasnya partisipasi masyarakat di pemilu tahun 2024 di Kota Mataram dapat menciptakan komunikasi yang baik dan mencapai target dari KPU RI yakni 82%.