Ni Made Noviyanti Mayatika
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Komunikasi Pasangan Bekerja Dalam Mengatasi Konflik Rumah Tangga Untuk Tercapainya “Work Family Balance” Di Kelurahan Tanjung Karang Mataram Ni Made Noviyanti Mayatika
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan hal terpenting dalam kehidupan manusia. Tanpa berkomunikasi, manusia tidak dapat bersosialisasi dengan sesama. Setiap manusia diciptakan hidup berpasangan untuk melanjutkan keturunannya dalam sebuah rumah tangga. Dalam kehidupan rumah tangga, komunikasi menjadi kunci utama berjalannya rumah tangga tersebut, terlebih lagi pada pasangan suami istri bekerja yang minim waktu untuk bertemu setiap harinya kecuali hari libur. Pasangan suami istri bekerja cenderung rawan terhadap konflik rumah tangga dikarenakan tekanan emosi dan stress yang berasal dari tempat kerja dan keluarga, sehingga peran komunikasi dirasa sangat perlu untuk mengatasi konflik rumah tangga tersebut. Berbekal pernyataan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis-jenis konflik rumah tangga, faktor pemicu terjadinya konflik rumah tangga serta efektivitas komunikasi pasangan bekerja dalam mengatasi konflik rumah tangga untuk terciptanya “work family balance”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif interpretatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang akan disajikan dalam bentuk naratif. Informan yang dituju adalah salah satu dari pasangan suami istri bekerja yang berdomisili di Kelurahan Tanjung Karang Mataram. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa jenis konflik yang sering terjadi pada pasangan bekerja adalah konflik eksternal seperti masalah pekerjaan, masalah keluarga, masalah pengasuhan anak, masalah ekonomi dan kesalahpahaman atau miskomunikasi. Faktor yang memicu terjadinya konflik tersebut adalah karena adanya salah satu pasangan yang sibuk dengan pekerjaan, adanya tuntutan dari keluarga yang mengganggu pekerjaan, adanya pola pengasuhan anak yang berbeda antara suami istri, adanya tuntutan mengenai keterbukaan tentang penghasilan dan hutang piutang yang dimiliki oleh pasangan dan adanya sikap egois dari salah satu pasangan yang mengakibatkan kesalahpahaman diantara keduanya. Cara mengatasi konflik tersebut adalah dengan saling meredam emosi dan menenangkan diri terlebih dahulu, suami yang lebih sering mengalah untuk mengajak berbicara, sama-sama berusaha untuk mencari jalan keluar penyelesaian konflik tersebut. Selalu mengutamakan keterbukaan dalam hal apapun, semua wajib dibicarakan bersama. Saling menjaga komunikasi saat bekerja dikantor dan selalu menyempatkan waktu untuk berbicara berdua dirumah setelah makan malam maupun sebelum tidur malam. Selalu meluangkan waktu untuk mengajak anak sekedar pergi jalan-jalan atau mengajak liburan keluarga. Masing-masing pasangan juga saling mendukung terhadap pekerjaan begitu pula keluarga juga mendukung penuh, sehingga antara urusan pekerjaan dan peran dalam keluarga dapat berjalan seimbang