Bika Mulkan Azima
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Isi Kuantitatif Diskriminasi Berbasis Umur Terhadap Gangguan Kesehatan Mental Dalam Representasi Film ‘Kembang Api’ Bika Mulkan Azima; Cempaka Rizqita C; Daiva Barra Syahbani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis diskriminasi terkait usia terhadap gangguan jiwa dalam penggambaran film Kembang Api.Kami menggunakan metode analisis untuk menguji bagaimana karakter dengan gangguan mental digambarkan dalam film dan apakah terdapat pola diskriminasi terkait usia karakter tersebut.Kami meninjau secara kualitatif dan kuantitatif konten narasi terkait karakter-karakter tersebut, dengan memperhatikan aksi, dialog, dan pengembangan karakter.Hasil analisis menunjukkan adanya pola ageisme karakter yang signifikan dalam penggambaran gangguan kesehatan mental. Karakter yang lebih tua cenderung digambarkan dalam stereotip negatif, seperti tidak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman atau menjadi beban bagi keluarga dan masyarakat. Sebaliknya, karakter yang lebih muda seringkali diposisikan sebagai individu yang memiliki potensi pemulihan dan integrasi sosial yang lebih besar.Hasil tersebut menunjukkan bahwa film Kembang Api cenderung memperkuat stigma negatif seputar gangguan jiwa, terutama jika dikaitkan dengan usia para karakternya.Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman kita tentang bagaimana penggambaran media mempengaruhi persepsi masyarakat mengenai gangguan mental dan pentingnya mempertimbangkan usia untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penyakit mental. Implikasi praktis dari temuan ini mencakup perlunya mengembangkan kebijakan yang lebih inklusif dan sesuai usia dalam industri film dan meningkatkan kesadaran akan bahaya stereotip yang merugikan dalam representasi media.