Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis, mengkaji serta menemukan karektistik perilaku komunikasi interpersonal dalam proses bimbingan klien di Balai Pemasyarakatan Kelas II Mataram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif, Metode penelitian kualitatif dalam arti penelitian kualitatif tidak mengandalkan bukti berdasarkan logika matematis, prinsip angka, atau metode statistik. Penelitian kualitatif bertujuan mempertahankan bentuk dan isi perilaku manusia dan menganalisis kualitas-kualitasnya, alih-alih mengubah menjadi entitas-entitas kualitatif. Perilaku komunikasi Interpersonal Pembimbing Kemasyarakatan dalam proses bimbingan klien pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Mataram. Perilaku Komunikasi PK dalam proses bimbingan klien merupakan ujung tombak yang menentukan keberhasilan dari bimbingan klien itu sendiri. Semakin baik PK membangun komunikasi dengan klien semakin besar peluang keberhasilan bimbingan terbsebut begitu juga sebalik nya. Walaupun keberhasilan bimbingan itu tidak semata mata ditentukan oleh perilaku komunikasi PK namun ada faktor yang lain berperan. Perilaku PK dalam proses bimbingan menggunakan komunikasi langsung (face to face) baik secara verbal maupun non verbal dan komukasi tidak langsung melalui sms dan whatsapp. Dalam komunikasi efektif, PK baru mampu membangun 4 konsep dalam yaitu keterbukaan, empati, dukungan, dan rasa positif sedangkan prinsip kesetaraan belum terbangun dengan baik. Faktor-faktor penghambat komunikasi pembimbing kemasyarakatan dalam proses bimbingan klien pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Mataram. Hambatan komunikasi dalam bimbingan klien berasal dari PK sebagai pemberi stimulus dan Klien sebagai pemberi respon. Adapun hambatan dari PK berupa: Beban kerja PK yang tinggi, Wilayah kerja yang luas, Reinforcement yang diberikan PK belum maksimal baik itu berupa reward maupun punishment Sedangkan hambatan yang berasal dari klien sebagai pemberi respon berupa: Pendidikan klien yang masih rendah, Jarak tempat tinggal klien dengan kantor Bapas Kelas II Mataram dan Keadaan ekonomi klien yang masih pas-pasan. Implikasi komunikasi interpersonal pembimbing kemasyarakatan terhadap proses bimbingan klien pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Mataram Komunikasi yang dibangun PK dalam proses bimbingan klien sudah berjalan baik namun belum maksimal. Pembimbing Kemasyarakatan pada Bapas Kelas II Mataram dalam proses bimbingan klien membangun konsep I-You.